Sunday, 16 December 2018

Pemkot Probolinggo Sosialisasikan Perda Nomer 5 Tahun 2010 Kepada Siswa SMP dan SMA

post-top-smn

Kepala DLH Ir. Budi Krisyanto, secara simbolis menandatangani berita acara serah terima barang milik daerah untuk empat penerima disaksikan Walikota dan Asisten

Probolinggo, Suaramedianasional.co.id -Wali Kota Probolinggo, Hj. Rukmini, S.H., M.Si., membuka Sosialisasi Perda nomer 5 tahun 2010 tentang pengelolan sampah, hari ini (10/10).

Hadir dalam Acara yang dilaksanakan di Sabha Bina Praja tersebut Asisten, Kepala OPD terkait, Guru, dan diikuti oleh perwakilan sekolah SMP dan SMA se-Kota Probolinggo.,

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Wawan Subiantoro.SE.MM dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah dalam rangka menjaring aspirasi, usulan masukan guna penyusunan kebijakan yang mampu memberikan dukungan dalam pelaksanaan perda nomer 5 tahun 2010 untuk menuju Kota Probolinggo bebas sampah tahun 2025.

Walikota Hj. Rukmini, S.H., M.Si., dalam sambutannya mengatakan jika sumber sampah di TPA Bestari Kota Probolinggo bersumber dari perumahan, pasar, hotel, restoran, instansi perkotaan, industri, pertokoan, terminal, rumah sakit dan taman-taman kota,

HJ.Rukmini menambahkan, mayoritas sampah yang diangkut ke TPA Bestari berasal dari sisa makanan. “Komposisi sampah di TPA Bestari terdiri dari 46,9 persen sisa makanan, 14,3 persen sampah kebun, 16,6 persen sampah plastik, 7 persen sampah kertas, sisanya sampah logam, kain, karet dan lainnya. Volume sampah di TPA mencapai 170 ton. Sampah yang masuk ke TPA 55 ton per hari. Dengan jumlah penduduk sekitar 235 ribu jiwa, maka kurang lebih produksi sampah 0,7 kilogram per hari per jiwa”,

“Dari 55 ton sampah yang masuk, 16,6 persen merupakan sampah plastik yang sulit untuk diolah kembali. Menyikapi permasalah ini, sebenarnya Kota Probolinggo sudah memiliki Perda tentang pengelolaan sampah. Kita dituntut untuk cerdas dalam mengolah sampah, mengingat keberadaan sampah tidak sepenuhnya bisa menjadi masalah jika ditangani dengan tepat. Kita sudah mengolah sampah organik menjadi kompos. Sampah plastik jika dikelola dengan benar juga memiliki nilai ekonomi. Hanya saja kita semua harus disiplin dalam mengelola sampah tersebut,”.

Wali Kota juga menyesalkan kebiasaan oknum masyarakat Kota Probolinggo yang membuang sampah di sungai. “Sungai Banger itu banyak hasil sampahnya. Ada tiga kali yang mengarah ke Kasbah juga banyak sampah. Kalau memang butuh bak sampah, tinggal bilang jangan dibuang ke kali. Nanti tentukan saja masyarakat maunya bak sampah itu ditaruh di mana, mari kita hilangkan kebiasaan buruk seperti ini,”

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Hj. Rukmini juga secara simbolis menyerahkan bak sampah beroda kepada para penerima. Saat ini, ada 1.256 bak sampah beroda yang didistribusikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk instansi Pemerintah Kota Probolinggo, sekolah, serta RW se Kota Probolinggo.(edy)

post-top-smn

Baca berita terkait