Sunday, 18 November 2018

Pemkot Probolinggo Gelar Festival Batik

post-top-smn

Sekretaris Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo, Kepala Disbudpar Tutang Heru Ariwibowo, dan pembatik penerima penghargaan, berfoto bersama.

Probolinggo,suaramedianasional.co.id – Pemerintah Kota Probolinggo berhasil meminta kembali motif-motif batik kuno Probolinggo yang tersimpan di Tropen Museum, Amsterdam Belanda. Permintaan ini dikirimkan sejak tahun 2014 dan sebanyak 155 motif batik dibawa kembali ke kota ini. Demi memperkenalkan kembali motif batik kuno tersebut  kepada masyarakat , maka  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo menggelar festival batik di halaman kantor pemkot.

Festival  Batik  kali  ini mengangkat  tema “Ultimate Reborn Probolinggo Batik Festival”, dan festival yang  telah  digelar kedua kalinya ini menampilkan motif  motif batik kuno yang dikerjakan oleh para pembatik Kota Probolinggo.  Ada  20 motif ditampilkan oleh para model-model profesional  dalam festival  tersebut.

Festival batik kali ini  sangat  spesial  dengan kedatangan  Putri Indonesia Tahun 2017, Bunga Jelitha Ibrani. Dengan mengenakan rok batik bermotif “Kapal Keruk”,  Jelitha mengatakan  bahwa baru pertama kali ke Kota Probolinggo, dan  sangat mengagumi hasil hasil karya para pembatik  yang ada  di kota Probolinggo.

“Suatu kebanggaan bisa ikut tampil di acara seperti ini, menampilkan batik sebagai warisan budaya. Salah satu alasan saya bangga menjadi warga Indonesia adalah batik,” katanya.

Jelitha  juga mengatakan bahwa pembatik merupakan aset daerah karena dari merekalah  batik  dapat  dilestarikan  dan  agar  batik  batik kita tidak diklaim  oleh  negara  lain.

Kepala Disbudpar Kota Probolinggo, Tutang Heru Ariwibowo,  mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk  memperkenalkan  motif batik  kuno yang dimiliki Kota Probolinggo, “Selain  itu juga bertujuan untuk  meningkatkan peluang dan kerjasama  untuk menunjang  pariwisata  Kota Probolinggo.”

Sekretaris Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo berharap agar batik kuno ini bisa dikembangkan. “Mungkin nanti bisa dijadikan salah satu seragam bagi pegawai Pemkot,” katanya.  Bambang juga berharap agar festival batik menjadi agenda wisata tahunan. “Supaya digabungkan dengan event lain, seperti Probolinggo Tempo Doeloe, yang rencananya akan diadakan selama lima hari, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah pariwisata Kota Probolinggo,” katanya.

Selain menampilkan puluhan motif-motif batik kuno asli Probolinggo, dalam kegiatan tersebut   juga  diberikan  penghargaan  kepada  para  perajin  batik. (edy)

post-top-smn

Baca berita terkait