Sunday, 21 April 2019

Pemkot Madiun Gelar Pawai Ta’aruf Sambut Tahun Baru Islam 1438 H

post-top-smn
Walikota Madiun H. Bambang Irianto bersama Forpinda, Tokoh Alim Ulama dan Masyarakat dalam Rangka Membuka Pawa Taaruf Menyambut Tahun Baru Islam 1438 H

Walikota Madiun H. Bambang Irianto bersama Forpinda, Tokoh Alim Ulama dan Masyarakat dalam Rangka Membuka Pawa Taaruf Menyambut Tahun Baru Islam 1438 H

Madiun, SMN – Untuk menyambut tahun baru Islam 1438 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, mengadakan gebyar Muharam dan pawai Ta’aruf yang diikuti siswa-siswi mulai PAUD-SMA/SMK se-Kota Madiun, Selasa 4 Oktober 2016.

Pawai Ta’aruf yang mengambil start di depan Masjid Agung Baitul Hakim Jalan Alon-Alon Barat Kota Madiun, diberangkatkan oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto. Selain itu, hadir pula jajaran Forkopimda termasuk Ketua DPRD Istiono, Sekda H.Maidi, kepala SKPD, ketua TP PKK Ny. .Hj. Lies Bambang Irianto dan undangan lainnya.

Karena juga diikuti oleh siswa-siswi PAUD/TK, banyak kejadian lucu yang membuat undangan tertawa terpingkal-pingkal. Salah satunya aksi yang dilakukan oleh mayoret drumband salah satu TK yang menjadi peserta. Di depan undangan, mayoret cilik ini memainkan tongkatnya dan lenggak-lenggok badan layaknya moyoret profesional. Polah bocah ini langsung membuat terpingkal-pingkal Walikota dan undangan lainnya. Termasuk istri Walikota, Ny. Hj. Lies Bambang Irianto.

Pawai yang diikuti oleh 91 regu dengan jumlah peserta sekitar 6000 siswa ini, menyusuri Jalan Kolonel Jalan Marhadi, Jalan Sudirman, Jalan Dr. Cipto, Jalan Dr. Soetomo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Semeru dan Finish di Jalan Alon-Alon Utara.

Meski dimulai sejak pukul 07.00 WIB, namun antusias masyarakat dan orang tua siswa untuk menyaksikan pawai bernuansa agama ini, cukup tinggi. Terbukti, seluruh jalan yang dilalui pawai, dijubeli oleh ribuan masyarakat. Bahkan ada masyarakat yang datang sejak pukul 06.00 WIB.

Tak hanya itu, ratusan pedagang kaki lima juga turut diuntungkan dengan adanya pawai tersebut. Dengan begitu, adanya pawai ini turut mendongkrak perekonomian para pedagang kaki lima khususnya.

“Kalau ada acara seperti ini, dagangan pasti laris. Saya buat jajan gorengan seratus, sudah habis. Belum lagi minumannya. Pokoknya saya untung besar kalau ada acara seperti ini, ” kata Kustini, pedagang gorengan yang mangkal di timur Alon-Alon.

Hal senada juga disampaikan oleh Suratman, pedagang balon asal Kelurahan Nambangan Kidul. “Lumayan, Mas. Bawa balon tiga puluh, ini tinggal enam,” kata Suratman.(sy)

post-top-smn

Baca berita terkait