Monday, 23 July 2018

Pemkot Madiun Gelar Operasi Pasar Murni Bersama Bulog dan Bank Indonesia di Pasar Sleko

post-top-smn
Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto Bersama Bulog Sub Drive Madiun dan Bank Indonesia Cabang Kediri Saat Melakukan Sidak Operasi Pasar Murni Bahan Sembako di Halaman Pasar Sleko Kota Madiun

Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto Bersama Bulog Sub Drive Madiun dan Bank Indonesia Cabang Kediri Saat Melakukan Sidak Operasi Pasar Murni Bahan Sembako di Halaman Pasar Sleko Kota Madiun

Madiun, SMN – sudah menjadi kebiasaan disaat menjelang bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri harga-harga kebutuhan pokok, pasti akan naik, bahkan juga kenaikannya sangat signifikan, hal ini bisa menjadi beban buat masyarakat terutama masyarakat kota madiun.

Untuk antisipasi lonjakan harga sembako, maka pemerintah kota Madiun bersama Bulog dan Bank Indonesia cabang Kediri adakan operasi pasar Sleko Kota Madiun senin (5/6/2017).

Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto dalam sambutannya pada saat pembukaan operasi pasar murni di halaman pasar Sleko, “Bahwa operasi pasar ini juga akan di buka di pasar besar, pelaksanaan operasi pasar mulai tanggal 5 Juni sampai dengan 20 Juni 2017 mendatang.”

Yang hadir dalam pembukaan operasi pasar ini adalah seluruh jajaran OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) Bulog Sub Drive Madiun dan Bank Indonesia (BI) Cabang Kediri juga ikut memantau jalannya operasi pasar ini. Apabila ada dan terjadi lonjakan harga sembilan bahan pokok (sembako) maka pemerintah Kota Madiun bersama Bulog dan Bank Indonesia Cabang Kediri akan lebih meningkatkan operasi pasarnya, agar masyarakat khususnya masyarakat Madiun bisa terbantu dalam pembelian bahan sembako ini.

Dengan adanya operasi pasar ini masyarakat Kota Madiun bisa terbantu sekali terutama masyarakat yang kurang mampu. Dalam pembelian di operasi pasar ini dibatasi dan tidak boleh memborong, karena dikawatirkan sembako tersebut akan diperjual belikan lagi, oleh sebab itu dalam pembelian sembako di operasi pasar ini dibatasi Cuma dua kg saja.

Yang dijual dalam operasi pasar kali ini adalah beras premium I dijual seharga Rp.8.200,-/kg, beras premium II seharga Rp. 9.000,-/kg dan beras medium dijual Rp.7.000,-/ Kg, sedangkan gula pasir Rp. 11.500,-/Kg, bawang merah Rp. 20.000,-/Kg bawang putih Rp. 38.000,-/kg, minyak goreng refil Rp. 10.000,-/bungkus, miyak goreng (BM) Rp. 10.800,-/botol, sedangkan telur Rp. 18.000/Kg dan tepung terigu Rp.6.500,-/Kg. Hal ini sangat membantu sekali masyarakat Kota Madiun dalam membantu dalam belanja sembako, karena ada kemiringan harga dari harga pasaran.

Menurut Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto bahwa harga di pasaran kali ini tidak ada gejolak harga yang berlebihan, kalaupun ada kenaikannya masih wajar, sebab permintaan komoditi juga masih tinggi, kendatai demikian operasi pasar kali ini diperuntukan untuk masyarakat Kota Madiun yang kurang mampu, sehingga tidak terjadi dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang meraup keuntungan lebih besar bila diperjual belikan lagi (tengkulak).

Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto juga menyampaikan dan menghimbau pada masyarakat Kota Madiun di bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri kali ini jangan sampai panik dan gaduh tentang kenaikan harga terutama harga sembako, pemerintah Madiun akan secara terus menerus memantau harga sembako ini agar kenaikan harga sembako tidak mengalami kenaikan secara signifikan dan masih bisa terjangkau oleh masyarakat kota Madiun.

Pada intinya pemerintah Kota Madiun, Bulog dan Bank Indonesia Cabang Kediri akan membantu masyarakat Kota Madiun dengan mengadakan operai pasar ini.(sy/adv)

post-top-smn

Baca berita terkait