Monday, 23 July 2018

Pemkab Ponorogo Serahkan Legalitas Tanda Bukti Kepemilikan Lahan Warga Terdampak Waduk Bendo  

post-top-smn

Wabup Ponorogo Soedjarno berfoto (empat dari kiri) berfoto bersama perwakilan warga usai menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah untuk tanah dan rumah pengganti bagi warga terdampak pembangunan Waduk Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kamis (5/7/2018), di Balai Desa setempat.

Ponorogo, SMN – Legalitas formal yang berupa Sertifikat sebagai bukti kepemilikan rumah dan tanah relokasi bagi warga terdampak pembangunan Waduk Bendo di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, kelar sudah. Pasalnya telah diserahkan Pemkab Ponorogo pada hari Kamis (5/7) bertempat di Balai Desa Ngindeng.

Sebanyak 59 sertifikat dari 89 sertifikat telah diserahkan kepada warga sebagai bukti kepemilikan yang sah atas rumah dan tanah yang merupakan ganti rugi untuk hunian sebelumnya yang kini masuk area proyek.

Penyerahan sejumlah sertifikat tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno. Warga yang hampir empat bulan terakhir menunggu pun tampak antusias dan ceria menerima surat tersebut. Yaitu sertifikat tanah untuk tanah seluas 200 meter persegi yang di dalamnya telah dibangunkan rumah permanen tipe 49 meter persegi. Kawasan relokasi ini pun kini punya sebutan baru, Bendo Rejo.

“Selama ini memang prosesnya terus berjalan sehingga sertifikat ini akhirnya terbit. Ini bukti keseriusan pemerintah, Pemkab dan BPN, untuk menyelesaikan ini (pensertifikatan rumah relokasi) secepatnya. Yang sudah selesai ada 59, yang lainnya akan segera menyusul untuk diterbitkan,” ungkap Wabup Soedjarno usai menyerahkan sertifikat.

Wabup berharap semua pihak puas dengan berbagai upaya yang telah dilakukan. Terutama langkah-langkah agar proyek Waduk Bendo bisa berjalan sesuai dengan jadwal dan bisa segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wabup Ponorogo Soedjarno (berpeci) saat menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah untuk tanah dan rumah pengganti bagi warga terdampak pembangunan Waduk Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kamis (5/7/2018), di Balai Desa setempat.

“Kita semua harus bersyukur, Pemerintah bersyukur, warga bersyukur, sebab saya yakin begitu bendungan selesai dibangun, maka dampaknya akan sangat baik untuk warga sekitar maupun warga Ponorogo pada umumnya,” kata Wabup.

“Daerah ini akan lebih ramai nantinya. Sebab waduk ini akan menjadi salah satu tujuan wisata baru dari berbagai daerah. Kalau sekarang sudah ada paket wisata dari Yogya-Solo-Ponorogo, maka, nantinya bisa dirangkai dengan wisata ke Waduk Bendo,” imbuh Wabup Soedjarno.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Ponorogo Sugeng Mulyo Santoso mengatakan, sampai Kamis (5/7/2018) memang baru 59 sertifikat yang jadi dan diterbitkan. Sisanya, yaitu 30 sertifikat, akan segera terbit pada dua pekan mendatang.

“Ada proses penyerahan kelengkapan berkas yang agak terlambat dari ke-30 warga yang sekarang belum jadi sertifikatnya tersebut. Mengapa terlambat, kami tidak tahu karena itu kendala di masing-masing warga. Tapi sekarang berkas sudah lengkap dan bisa diproses. Insya Allah tanggal 17 (Juli) besok sudah bisa diserahkan,” ujarnya.

Sugeng mengatakan, mereka yang baru menyusulkan berkasnya memang harus mengikuti prosesnya. Mulai dari pengumuman 14 hari soal kondisi tanah dan semuanya. Ia memastikan proses yang dilalui sudah standar, prosedural dan sertifikat akan segera terbit.

Waduk Bendo dibangun di Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo. Berada di kawasan seluas 200 hektare lebih dan direncanakan mengairi irigasi untuk sawah seluas 7.800 hektare, suplai air baku, pengendali banjir hingga pembangkit listrik berkekuatan 4 MW. Warga di lokasi proyek telah dipindahkan ke lokasi lain di Desa yang sama sekitar 1-2 km sebelah selatan lokasi.(wied/hms)

post-top-smn

Baca berita terkait