Monday, 15 October 2018

Pemkab Ngawi Bertekad Cegah Stunting, Ancaman Utama Ibu Hamil

post-top-smn

Ngawi, SMN – Gizi pada ibu hamil dan pencegahan kematian ibu melahirkan menjadi salah satu fokus program yang digarap Pemkab Ngawi. Walaupun tingkat kematian ibu melahirkan dan kekurangan gizi pad ibu hamil di Ngawi termasuk rendah, namun ancaman stunting ataua kekurangan gizi kronis pada ibu hamil harus menjadi perhatian. “Stunting bisa terjadi ketika pemberian makanan dan asupan gizi pada ibu hamil tidak maksimal, akibat dari hal ini baru bisa dilihat ketika bayi lahir sampai usia 2 tahun,” kata Antiek Sulistyono, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, menyatakan, masalah stunting telah menjadi ancaman utama pada ibu hamil dan mengancam pula keberlangsungan kualitas sumber daya manusia. Upaya penurunan angka stunting adalah kerja bersama yang harus melibatkan semua elemen masyarakat.

Karena ancamannya yang membahayakan generasi bangsa ini pula, Bupati Ngawi dengan leading sektor  Dinas Kesehatan, bekerjasama dengan Puskesmas sekabupaten Ngawi mencanangkan Bulan Peduli Ibu Hamil di kecamatan Kendal, 12 April 2018 lalu. Pencanangan ini diharapkan menjadi tekad bersama seluruh take holder untuk menurunkan resiko tinggi ibu hamil dan menurunkan gizi buruk dan stunting. Beberapa hal yang akan dilakukan pemerintah dalam upaya penurunan stunting melalui persiapan ibu hamil sejak pada pasangan usia subur serta mengatasi masalah stunting pada anak yang telah mengalaminya.

Menurut Bupati Ngawi. Budi Sulistyono, ada resiko tinggi yang mengancam ibu hamil apabila dalam kehamilanya tidak mendapatkan penatalaksanaan yang optimal dan paripurna. Dia juga berharap agar dukungan untuk gerakan peduli pada ibu hamil ini mendapat dukungan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan bersama antara bupati dan seluruh stake holder yang terlibat dalam upaya penurunan resiko tinggi pada ibu hamil dan ancaman stunting. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait