Tuesday, 12 December 2017

Pemkab Diduga Rahasiakan SK Pencabutan G.Kelud

post-top-smn

Pemerintah Kabupaten Kediri diduga, telah merahasikan surat keptusan (SK)  pencabutan batas wilayah Gunung Kelud oleh gubernur Jawa timur. Apa alasan merahasiakan SK  tersebut, hingga kini belum dapat diketahui.

Data yang dihimpun , Pemkab Kediri pada 29 Desember, beberapa hari yang lalu telah mengadakan rapat yang bersifat rahasia. Rapat tersebut membahas langkah Pemkab Kediri dalam menangani Pencabutan SK batas wilayh Gunung Kelud. Yang mana dalam rapat tersebut dibawah kordinasi Wakil bupati sebagai ketua tim penegasan batas daerah ( PBD ).

Dalam rapat tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. Yakni akan melayangkan nota keberatan Kepada Gubernur. Dan apabila dalam waktu 7 hari tidak ada tanggapan, maka Pemkab Kediri akan melakukan gugatan ke PTUN.” Jadi menurut saya tidak benar, kalau pemkab belum menerima salinan Sk pencabutan G.Kelud,” jelas DS, salah satu anggota DPRD yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Haris Setiawan, saat dikonfirmasi juga masih mengaku belum menerima SK Gubernur tersebut. Sehingga belum bias mengambil langka. “ Isinya SK itu bagaimana saya juga belum tahu. Nanti kalau sudah dapat teman-teman media saya kabari,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati, Maskuri. Dirinya juga mengaku belum menerima Sk tersebut. Bahkan juga membantah kalau pemkab sudah mengambil langkah. Yakni dengan mengirimkan nota keberatan ke Gubernur jawa Timur.” Wah tidak benar itu, kami belum menerima SK nya,” urainya, Kamis (8/1).

Untuk diketahui, sebelumnya Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan SK nomor, 188/828/KPTS/013/2014 tentang pencabutan atas keputusan Gubernur  Jatim nomor, 188/113/KPTS/013/2012 tentang penyelesaian perselisihan batas daerah antara Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Kediri yang terletak di Wilayah G.Kelud. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat Gubernur nomor 188/2534/011/2014 tanggal 12 Desember 2014.(bad).

post-top-smn

Baca berita terkait