Monday, 18 June 2018

Pemerintah Pusat Segera Bangun Batas Negara di Pulau Sebatik

post-top-smn
Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

Nunukan, SMN – Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie menyatakan pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan pos lintas batas negara (PLBN) di Sei Pancang, Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan dalam waktu dekat tahun ini. “Pembangunan PLBN Sei Pancang usulan Pemerintah Provinsi Kaltara pada 2016 dan disikapi pemerintah pusat untuk segera mewujudkannya,” kata Gubernur Irianto Lambrie di Nunukan, Jumat (20/1).

Dia mengatakan sesuai informasi dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), PLBN Sei Pancang (Pulau Sebatik) pembangunannya segera direalisasikan. Informasinya peletakan batu pertama pada Maret 2017.

Keberadaan PLBN Sei Pancang tersebut mempermudah masyarakat perbatasan RI-Malaysia di Pulau Sebatik melakukan aktivitas ke Tawau Negeri Sabah, Malaysia tanpa harus ke Pulau Nunukan lagi. Meskipun PLBN Sei Pancang telah disetujui pemerintah, Gubernur Kaltara pun masih mengusulkan pembangunan pos yang sama di Long Midang di Kecamatan Krayan yang berbatasan dengan Negeri Sarawak, Malaysia.

Kemudian, di Lumbis Ogong masih di Kabupaten Nunukan, Long Nawang di Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau. “Diharapkan juga bangunan fisik dan segala fasilitas penunjang,” ujar dia.

Irianto Lambrie menyatakan pembangunan PLBN pada sejumlah wilayah perbatasan di Provinsi Kaltara sebagai bukti nyata perhatian dan komitmen pemerintah membangun kawasan tapal batas negara. “Pembangunan PLBN ini sebagai bentuk komitmen pemerintah membangun wilayah perbatasan dengan Malaysia yang merupakan wajah Indonesia di depan negara tetangga Malaysia,” kata dia.

Keberadaan PLBN sangat penting, selain dari aspek keamanan dan pertahanan negara untuk mengurangi penyelundupan barang-barang terlarang seperti narkoba dan minuman keras. Panjang wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Provinsi Kaltara mencapai 1.038 kilometer yang sangat rawan penyelundupan. Karena di kawasan ini terdapat ribuan jalur ‘tikus’ atau jalur ilegal.

post-top-smn

Baca berita terkait