Wednesday, 19 December 2018

Pemerintah Mulai Melegalkan Diskriminasi Pendidikan Sejak Dini

post-top-smn

123456 Sragen, SMN – penilaian itu dilontarkan Aktivis Forum Warga Masyarakat Sragen (Formas) Ir. Sumardi di sragen belum lama ini menanggapi anak guru bersertifikasi mendapat tambahan 20 poin menurut Sumardi hal itu jelas menciderai msyarakat pada umumnya karena pendidikan sudah diamanatkan dalam Undang Undang Dasar 1945 Pasal 31, 32 bahwa warga masyarakat mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan. Dikatakan anak guru bersertifikasi pendidikan yang akan mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 secara online untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) mendapat nilai tambahan 20 poin.

Mengacu petunjuk teknis (juknis) PPDB 2017 anak guru SMP Negeri yang orang tuanya mengajar ditempatnya mendaftar mendapat tambahan 20 poin sedangkan anak guru yang orang tuanya mengajar disekolah lain mendapat tambahan 10 poin.

Sekretaris dinas pendidikan (disdik) kabupaten sragen Suwardi yang ditemui SMN selasa (13/6) diruang kerjanya mengemukakan nilai tambahan untuk anak guru hanya berlaku bagi pengajar yang sudah bersertifikasi provinsi. Selain untuk anak guru SMP nilai tambahan juga berlaku bagi anak guru Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan tambahan 10 poin.

Pernyataan lain untuk pendaftaran anak guru dapat dilihat pada juknis PPDB 2017 “ada contoh misalnya anak guru yang mendaftar SMPN pertama yang merupakan tempat orang tuanya mengajar ternyata tidak diterima kemudian ditrima di SMP lain anak tersebut tetap mendapat 10 poin” Tutur Suwardi menjelaskan.

Sumber dibidang pendidikan dasar Disdik kabupaten sragen memperjelas, siswa yang mempunyai piagam prestasi harus melakukan konversi nilai terlebih dahulu “jadi, nilai yang bisa dikonversi adalah bidang akademis, olahraga, kesenian, dan keterampilan” Tegas staff bidang pendidikan dasar yang tidak mau disebut identitasnya. Piagam bidang akademis meliputi seluruh mata pelajaran (interkurikuler) yang sesuai kurikulum nasional yang dikemas dalam berbagai bentuk lomba misalnya Olimpiade Sains Nasional (OSN), Karya Ilmiah Remaja (KIR), dan penelitian ilmiah. Bidang olahraga mencakup cabang olahraga yang dilombakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekan Olahraga Provinsi, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) , Pekan Olahraga Pelajar (POR) dan atau kejuaraan resmi lainnya. Bidang kesenian contohnya FLS2N, seni musik, seni tari (modern dan tradisional), seni suara (menyanyi), puisi, geguritan, macapat, karawitan, seni rupa (melukis, patung, kriya, membatik, relief), seni pedalangan serta seni teather (wayang orang, drama, ketoprak). Bidang keterampilan misalnya pramuka, kepalang merahan seperti PMR, dokter kecil, UKS dan lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) kepala dinas pendidikan kabupaten sragen Suharto yang dikonfirmasi SMN melalui handphone (HP) rabu (14/6) menyatakan PPDB akan dilaksanakan sesuai permendikbud nomor 17/2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TK, SD, SMP, SMA, SMK atau bentuk lain yang sederajat. (Sug)

post-top-smn

Baca berita terkait