Sunday, 27 May 2018

Pemerintah Kota Probolinggo Peringati Hari Batik dan Museum Naional Tahun 2016

post-top-smn
Walikota HJ.Rukmini.Sh.Msi, Saat peringatan Hari Batik dan Hari Museum di Halaman depan Museum Kota Probolinggo.

Walikota HJ.Rukmini.Sh.Msi, Saat peringatan Hari Batik dan Hari Museum di Halaman depan Museum Kota Probolinggo.

Probolinggo, SMN – Pemerintah Kota Probolinggo hari ini (17/10) melalui Dispobpar ( Dinas Pemuda Olah Raga Budaya Dan Pariwisata ), menggelar perayaan hari Batik dan Museum nasional dalam rangka memperingati hari batik national dan hari museum nasional tahun 2016.

Bertempat di Halaman depan Mueum Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Hj.Rukmini.Sh.Msi, Sekda Drs.H.Johny HaryantoMsi, Asisten dan Kadispobpar Agus Effendi, dan di hadiri oleh seluruh Kepala SKPD, Kepala sekolah, Camat dan Lurah SeKota Probolinggo serta Budayawan,dewan kesenian Kota Probolinggo.

Kepala Dispobpar Agus Effendi mengatakan bahwa, peringatan hari batik dan hari museum nasional ini merupakan, program kerja Dispobpar dan hasil musyawarah museum seIndonesia tentang hari museum nasional.

Lebih lanjut Agus Efendi menjelaskan maksud dan tuuan dielenggarakan kegiatan tersebut yaitu dengan ditetapkannya hari batik dan hari museum maka untuk memperkenalkan replica batik yang ada diKota Probolinggo dan museum yang merupakan warisan budaya hasil karya para leluhur, dan merupakan sarana edukasi kepada generasi penerus yang nantinya diharapkan muncul rasa memiliki dan mengikuti perkembangan batik dan museum yang ada di Kota Probolinggo.

Walikota Hj.Rukmini dalam sambutannya mengatakan bahwa, batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki arti unik, dan sebagais alah satu pembentuk karakter jati diri bangsa.

“Batik juga untuk mewujudkan budaya lokal, serta memperkenalkan replika batik Kota Probolinggo, dengan ciri khas tersendiri “

Lebih lanjut Walikota menyampaikan bahwa, peringatan hari batik ini juga sebagais arana edukasi terhadap batik Probolinggo, dan meminta semua untuk tidak hanya bangga terhadap batik dan museum tetapi ikut meleskarikannya.

“Kita tidak hanya bangga terhadap batik dan museum tetapi wajib melestarikannya, dan keberadaan museum merupakan kekayaan yang tidka ternilai harganya, dan dari segi historis sangat bermakna.

“Kebaradaan museum merupakan kekayaan yang tidka ternilai harganya, dari segi historis juga sangat bermakna, dan waib ditranspormasikan kepada generasi penerus. Hj.Rukmini juga menyampaikan bahwa, regulasi tentang museum tertuang dalam UU No 11 pasal 18 ayat 1 Tahun 2010 tentang cagar budaya, dan berharap Probolinggo maju, sejahtera dan istimewa.

Walikota juga berharap kepada emua yang hadir untuk aling memiliki dan memelihara erta memanfaatkan keberadaan museum yang ada di Kota Probolinggo,

Selanutnya Walikota menjelaskan tentang historis replica batik yang telah didokumentasi sejak jaman belanda, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri.

Dalam peringatan hari batik dan museum nasional kali ini, juga dilakukan pegaraan busana batik Probolinggo oleh beberapa model, dan mendapatkan respon yang snagat positif dari pengunjung peringatan hari batik dan museum nasional tahun 2016. (edy)

post-top-smn

Baca berita terkait