Friday, 20 July 2018

Pemberian Imunisasi MR, Lumajang Masih Terendah Di Jawa Timur

post-top-smn
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang saat diwawancarai sejumlah wartawan, seusai jumpa pers di aula kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang saat diwawancarai sejumlah wartawan, seusai jumpa pers di aula kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang

LUMAJANG, SMN – Kabupaten Lumajang masih terendah di Jawa Timur dalam pemberian vaksin Measles Rubella (MR) terhadap anak berumur 9-15 tahun.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr Triworo bahwa sampai dengan minggu ini jumlah anak yang sudah mendapatkan suntikan vaksin tersebut ada sekitar 112254 anak yang berusia 9-15.
“Memang kami akui rendahnya pemberian  imunisasi MR ini, maka Kabupaten Lumajang berada diurutan 38 di Jawa Timur,” jelasnya kepada sejumlah awak media saat jumpa pers yang bertempat aula gedung Dinhub Kabupaten Lumajang, Sabtu (9/9) pagi tadi.
Dikatakan lagi oleh Triworo jika pada bulan Agustus anak berusia 9-15 masih ada pemberian obat cacing pada masing-masing sekolah.
“Jadi di bulan September ini, dan pemberian imunisasi MR dijadwalkan untuk siswa siswi SD dan SMP sebagai Kabupaten Lumajang, ini yang membuat kami menjadi terendah di Jawa Timur,” tambahnya.
Terkait dengan adanya salah satu siswa yang meninggal dunia akibat usai di suntik MR tersebut, dr Triworo menyampaikan juga kalau sebab itu bukan dari calon, melainkan sebelumnya siswa tersebut sudah mengalami sakit.
“Sebelum disuntik rubella sudah ada penyuluhan, bukan tidak ada diagnosa awal. Seperti siswi yang meninggal kemarin, diketahui setelah kami melakukan takjiyah. Anak tersebut tidak mengakui kalau dirinya sakit. Dari orang tuanya juga sama tidak menyampaikan, sewaktu disuntik anak tersebut didampangi bukan oleh guru kelasnya,” imbuhnya.
Keterangan dari dr Retno salah satu spesialis anak RSUD Haryoto Lumajang, bahwa Rubella ini, sudah ada di Lumajang.
“Bahwa kelainan kekebalan tubuh anak  didapatkan setelah imunisasi tidak selalu berhubungan vaksin. Jangan sampai masyarakat dibuat bingung. Bisa saja dampak tersebut dari penyakit sebelumnya,” jelas Dr Retno.
Namun ada kriteria penderita apa yang tidak boleh disuntik MR seperti penderita HIV tidak boleh diberikan suntikan vaksin MR tersebut.
“Kalau semisal anak tersebut menderita pilek flu dan panas, maka mereka akan ditunda untuk suntik MR nya, bukan tidak diberikan, cuma ditunda sampai anak tersebut sembuh,” pungkasnya. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait