Thursday, 22 August 2019

Pembangunan Rumah Majapahit Ditarget Rampung 2015

post-top-smn

PEMBANGUNAN RUMAH MAJAPAHIT

Mojokerto, SMN – Pemerintah dipastikan menambah pembangunan rumah majapahit dari 137 menjadi 296 rumah di 3 desa kawasan cagar budaya peringkat nasional Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Pembangunan ratusan rumah yang menyedot APBD provinsi dan kabupaten senilai Rp 16,3 miliar ini ditargetkan selesai akhir tahun 2015.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim Jarianto mengatakan, pembangunan rumah majapahit di Trowulan terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yang dimulai akhir November 2014 lalu, pihaknya menargetkan 137 rumah dengan anggaran Rp 7,4 miliar.

Anggaran itu bersumber dari APBD provinsi tahun 2014 Rp 5,92 miliar, dan Rp 1,48 miliar dari APBD Pemkab Mojokerto. Awal tahun ini, pemprov kembali mengucurkan anggaran untuk menambah pembangunan rumah majapahit sebanyak 159 unit.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dikucurkan dari APBD provinsi Rp 7,4 miliar, sedangkan dari APBD Pemkab Mojokerto Rp 2,5 miliar. Sehingga secara keseluruhan, rumah majapahit di Desa Bejijong, Sentonorejo, dan Jatipasar sebanyak 296 unit dengan total anggaran Rp 16,3 miliar.

“Karena biayanya membengkak tahun lalu mestinya untuk 296 rumah akhirnya hanya cukup untuk membangun 137 unit. Karena alokasi Rp 25 juta per rumah kurang. Makanya kita beri bantuan lagi tahun ini supaya target 296 itu bisa selesai tahun ini,” kata Jarianto kepada wartawan usai sosialisasi pembangunan rumah majapahit di situs Umpak Sentonorejo, Trowulan, Senin (23/2/2015).

Dikonfirmasi pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Diporabudpar) Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin menuturkan, 296 rumah majapahit dipastikan hanya dibangun di 3 desa di Kecamatan Trowulan. Sebanyak 200 rumah di Desa Bejijong, 46 unit di Desa Sentonorejo, dan 50 rumah di Desa Jatipasar.

Pembangunan tahap pertama yang dimulai akhir November lalu, lanjut Didik, ditargetkan selesai Mei mendatang. Tahap pertama sebanyak 137 rumah tersebar di ketiga desa. Sebanyak 94 rumah di Desa Bejijong, 21 di Desa Sentonorejo, dan di Desa Jatipasar 22 rumah.

“Progres pembangunan tahap pertama sudah 50 persen. Untuk tahap ke dua kita mulai setelah tahap pertama selesai, secara keseluruhan kita targetkan selesai akhir tahun 2015,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terkait indikasi mark up anggaran yang dilakukan tim pelaksana kegiatan (TPK), Didik mengaku belum menerima laporan. Menurutnya, pengawasan pembangunan tidak hanya dari tim konsultan pengawas di tingkat desa, namun juga dari tim pengawas kecamatan yang dibentuk bupati.

“Akan kita pantau melalui tim pengawas kecamatan. Kalau ada indikasi tentunya ada mekanisme yang mengatur bagaimana tindak lanjut atas pelanggaran tersebut. Yang pasti setiap bulan ada laporan pembangunan yang masuk ke kami,” pungkasnya. (det/met)

post-top-smn

Baca berita terkait