Thursday, 23 May 2019

Pelaksanaan E-Retribusi Pasar Bingungkan Pedagang Kecil

post-top-smn

Rapat koordinasi pimpinan cabang Bank Jatim bersama Komisi III DPRD Ngawi, Selasa (2/10).

NGAWI, SMN – Membayar retribusi dengan sobekan karcis, sebentar lagi bakal lenyap dari pasar-pasar tradisional Ngawi. Ini setelah berlakunya pembayaran retribusi secara elektronik yang diterapkan pemkab melalui kerjasama dengan Bank Jatim mulai tahun 2018.

Sistem e-retribusi ini dinilai lebih efektif dan efisien dalam penarikannya dibanding sistem manual. Namun sayangnya, tidak semua pedagang pasar sudah familiar dan mengerti hal ini. “Hasil kunjungan kami ke pasar-pasar tradisional memang banyak pedagang belum mengerti,” ujar Supeno, Ketua Komisi III DPRD Ngawi.

Komisi III pun mengadakan rapat koordinasi bersama Bank Jatim cabang Ngawi, Selasa (2/10). “Ternyata, dari target 6 pasar sudah sebanyak 16 pasar tradisional diberlakukan pembayaran retribusi secara elektronik ini,” ungkap Supeno.

Namun, pelaksanaan di lapangan memang belum diterapkan ke semua pedagang. “Pedagang kecil, pedagang ojokan, belum berlaku, masih sebatas pada pemilik kios pasar,” ungkapnya.

Sistem e-retribusi sendiri dilakukan dengan memberikan pada pedagang sebuah kartu khusus yabg harus diisi saldo dan akan berkurang otomatis sesuai yang mesti dibayar. “Ini lebih tertata dan bisa dimonitor, kami dukung sebagai salah satu terobosan yang baik oleh pemkab,” kata Supeno.

Pimpinan Bank Jatim cabang Ngawi, Devy Permadi, mengatakan, sistem ini dapat mencegah kebocoran dana dan memudahkan pemerintah mengontrol pemasukan dari data yang masuk. “Semua tercatat, tak ada perpindahan keuangan yang tak diketahui,” ungkapnya.

Ngawi merupakan kabupaten kedua setelah Banyuwangi yang menerapkan e-retribusi pasar dan kini menjadi jujugan bagi daerah lain yang ingin belajar. September lalu, pendapatan dari retribusi pasar sudah tercatat lebih Rp 300 juta dan angka ini jauh melampaui pendapatan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait