Tuesday, 26 March 2019

Pelabuhan Tanjung Emas Siap Layani Ekspor Impor di Kawasan Industri Kendal

post-top-smn
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Semarang, SMN – PT Pelindo III telah menyiapkan infrastruktur di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Ini dilakukan guna mendukung keberadaan Kawasan Industri Kendal yang menampung ratusan perusahaan untuk melakukan kegiatan ekspor dan impor.

General Manager Pelindo III Terminal Peti Kemas Semarang atau TPKS, Erry Akbar Panggabean, dalam rilisnya, Kamis (1/12) mengatakan, keberadaan industri baru di KIK diharapkan memacu pertumbuhan ekspor Jateng ke berbagai negara. Maka dari itu, TPKS telah menyiapkan berbagai hal mulai dari perbaikan infrastruktur dan modernisasi sarana-prasarana pelabuhan serta pelayanan yang mudah, murah, dan cepat.

Dia menjelaskan, peningkatan ekspor merupakan salah satu kunci dalam menghadapi permasalahan ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu, berbagai terobosan harus dilakukan agar para eksportir dapat menembus dan bersaing di pasar internasional. “Pada prinsipnya Pelabuhan Tanjung Emas siap mendukung kegiatan ekspor dan impor di Jateng,” ujarnya.

Menurut Erry, TPKS sudah melaksanakan modernisasi tahap pertama guna mendorong peningkatan usaha ekspor-impor. Yakni semua fasilitas yang terkait dengan alat angkut, seperti dermaga yang selama ini hanya ada dua kini menjadi tiga dermaga, serta container crane dari lima unit menjadi tujuh unit.

Selain itu, dapat memperluas lapangan penumpukan barang menjadi 5,2 hektare dan lebih menjorok ke laut. “Jadi dengan penambahan container crane, secara paralel bisa melayani tiga kapal sekaligus dan tidak ada waktu tunggu, baik bagi kapal-kapal internasional maupun domestik yang akan bersandar di TPKS,” kata Erry.

Dia menjelaskan, untuk kapasitas bongkar muat di TPKS saat ini 800.000 TEUs. Sementara pemanfaatannya baru sekitar 600.000 TEUs atau masih ada sekitar 200.000 TEUs yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha ekspor-impor.

Dengan kondisi itu, terangnya. para pengusaha tidak perlu mengirim barang melalui pelabuhan lain, karena sarana prasarana serta infrastruktur Pelabuhan Tanjung Emas sudah modern dan memadai.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya memastikan infrastruktur Tanjung Emas itu tidak ada rob maupun banjir dan tidak ada air resapan mana pun yang ada di Tanjung Emas. “Ini bisa dikatakan Tanjung Emas adalah kawasan kering, meskipun ada peningkatan ketinggian air laut, tapi dengan sistem polderisasi mampu mengatasi permasalahan itu,” tuturnya.

Selain kawasan bebas rob, akses jalan masuk pelabuhan di sisi utara Kota Semarang itu sudah tertata dengan baik, termasuk terminal penumpang dan petikemas. Bahkan lingkungan pelabuhan didesain lebih asri, bersih, dan gerbang siap menyambut pengunjung.

Menurutnya, infrastruktur dan modernisasi sarana prasarana, pelayanan yang mudah, murah, dan cepat juga menjadi faktor penting dalam peningkatan pengiriman beragam produk asal Jateng ke luar negeri. Apalagi pelayanan murah, mudah, dan cepat selaras dengan nilai-nilai Pelindo III yang fokus dan peduli pada pelanggan serta berintergritas. (ris/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait