Tuesday, 16 October 2018

PDAM Diminta Fokus Realisasikan Program 100% Akses Air Minum Tahun 2019

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

SMN – Pemerintah terus berkomitmen mewujudkan program 100% akses air minum tahun 2019. Meskipun menghadapi sejumlah tantangan yang dinilai cukup berat, program yang digaungkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini mulai memprioritaskan kebijakannya pada kelembagaan dipemerintah daerah yakni melalui PDAM.

Sesditjen Cipta Karya, Rina Agustin, Senin (7/11) mengatakan, beberapa tantangan yang dihadapi oleh pengelola air minum adalah pertama,  sumber air baku yang semakin sulit. Dalam kondisi di lapangan, sumber air baku yang layak sudah sangat sulit, tantangannya bagaimana PDAM menyikapi hal tersebut. Untuk itu diperlukan terobosan baru dalam menyikapinya.

Kedua,  tingkat kehilangan air dan kebocoran yang masih tinggi. Ketiga, peningkatan pelayanan terhadap aduan konsumen. Dalam era digital, penggunaan media sosial dapat menjadi salah satu solusi mengatasi aduan konsumen.

“PDAM harus lebih peka terhadap situasi yang ada di lapangan. Peran PDAM harus dimaksimalkan untuk memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat, sehingga kita dapat mencapai target 100% air minum,” ujarnya.

Rina mengatakan, tidak semua PDAM memiliki ketersediaan sistem di daerahnya masing-masing. Diharapkan melalui Bimbingan Teknis Air Minum, operator PDAM dapat menyebarluaskan pengetahuan yang didapat.

Peningkatan air minum tidak akan dapat dicapai sesuai target melainkan dengan kerjasama dari beberapa pihak terkait. “Saya harap Pemerintah Daerah, Kementerian lainnya ataupun swasta dapat membantu mencapai tujuan kita bersama yaitu 100% air minum untuk Indonesia,” katanya. (jal/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait