Thursday, 16 August 2018

PD Sumber Bhakti Diharapkan Lebih Inovatif

post-top-smn

 

Rapat paripurna DPRD (9-10/7) diwarnai sorotan pada kinerja PD Sumber Bhakti.

 

Ngawi, SMN – Eksistensi Perusahaan Daerah (PD) Sumber Bhakti menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD yang berlangsung 9-10 Juli 2018, di Gedung Kesenian. “Karena sudah ada modal pemerintah yang terkucur ke PD Sumber Bhakti sebesar Rp 1 miliar, sementara tidak ada kejelasan proses bisnis yang dijalankan dan janji untuk memberi kontribusi terhadap pendapatan asli daerah,” ungkap Endang Nurbyaningsih, juru bicara Fraksi PKB.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono atau acap disapa Kanang, menyatakan, penyertaan modal pemerintah Ngawi sebesar Rp 1 miliar digunakan untuk operasional perusahaan. “Selain itu, proses bisnis yang dijalankan PD Sumber Bhakti belum memberi hasil optimal,” ujar Kanang.

Beberapa lahan bisnis yang masih dilakukan saat ini adalah penanaman ketela dan tebu. “Saat ini posisi Direktur PD Sumber Bhakti juga kosong karena pejabatnya tidak bersedia lagi,” ungkap Kanang. PD Sumber Bhakti sendiri saat ini dipegang oleh dewan pengawas yang kemudian menunjuk pelaksana tugas. “Namun, saya juga berharap ada inovasi lebih terhadap bidang usaha yang bisa dilakukan PD Sumber Bhakti,” ujar Kanang.

Bupati Ngawi dua periode ini mencontohkan, bidang usaha yang berkaitan dengan infrastruktur, makanan dan minuman dan alat tulis kantor, adalah beberapa peluang yang mestinya bisa dibidik oleh jajaran pengelola PD Sumber Bhakti. “Karena, pemerintah saja jelas mengeluarkan biaya tinggi pada bidang-bidang tersebut, seharusnya bisa jadi peluang, harus berani membuat terobosan dan berinovasi,” kata Kanang.

Pengelola PD Sumber Bhakti, menurut bupati, juga perlu dipikirkan. Pihaknya akan segera melakukan fit and proper test untuk posisi direktur yang kosong. “Secepatnya akan kita lakukan,” janjinya.

Penilaian bahwa PD Sumber Bhakti harus lebih berani berinovasi, juga disampaikan Ketua DPRD, Dwi Rianto Jatmiko. Antok, sapaan akrabnya, meminta pemkab mengacu pada aturan yang berlaku soal pengelolaan perusahaan daerah. “Termasuk untuk pengurusnya, dan kelayakan usaha yang dilakukan,” katanya.

Sampai saat ini, hanya ada dua perusahaan daerah di Ngawi yakni PDAM dan PD Sumber Bhakti. PD Sumber Bhakti semakin hari semakin tampak redup pamornya, bahkan suntikan dana berupa penyertaan modal dari pemerintah pun terpakai untuk operasional.(ari)

post-top-smn

Baca berita terkait