Wednesday, 19 December 2018

Pasal Berubah, Keluarga Korban Kecewa

post-top-smn
Keluarga korban Su'it.

Keluarga korban Su’it.

Lumajang, SMN – Keluarga korban Su’it yang ditemui setelah sidang di PN Lumajang, Rabu 30 Agustus kemarin menyesalkan adanya perubahan pasal oleh Jaksa Penuntut Umum/ JPU Herry Santoso Slamet. SH.

Terkait adanya perubahan pasal pada tuntutan kasus pembunuhan berencana tersebut, Teguh selaku kuasa hukum keluarga korban yang ditemui secara terpisah mengatakan bahwa dia telah melakukan perlindungan hukum No. perkara : 168/ Pid.B/ 2017/ PN.Lmj kepada Komisi Yudisial, MA, Om Budsman, Komnas Ham serta Kejaksaan Agung.

Dari pengamatan LBH TNT yang sejak awal memantau jalannya persidangan bersama kuasa hukum keluarga korban Su’it mengatakan bahwa pada pembacaan awal surat dakwaan di persidangan Jaksa mendakwa ke 2 tersangka dengan pasal 340 jo 338 dan di perkuat adanya pemeriksaan saksi-saksi khususnya pemeriksaan terdakwa yang saling mengakui jika terdakwa Adm disuruh oleh terdakwa Mst untuk membunuh korban Su’it dengan imbalan uang sebesar 15 juta rupiah, dimana yang 5 juta rupiah dibayarkan terlebih dahulu, sedang sisanya dibayarkan setelah Adm membunuh Sdr. Su’it.
Akan tetapi, pada saat pembacaan tuntutan pada tanggal 24 Agustus 2017 JPU hanya menuntut ke 2 terdakwa dengan pasal 338.
Yang sebelumnya JPU membacakan tuntutan pada tanggal 02 Agustus 2017 akan tetapi JPU beralasan belum siap dan ditunda pada tanggal 09 Agustus 2017, namun lagi-lagi JPU beralasan belum siap dengan tuntutannya dan ditunda lagi pada tanggal 16 Agustus 2017 masih dengan alasan yang sama, baru pada tanggal 24 Agustus 2017 JPU membacakan tuntutannya sekitar pukul 04.00 sore dimana isi pasal telah berubah menjadi pasal 338.

Adanya issue yang berkembang terkait jual beli pasal sampai juga ke telinga keluarga korban. Dan keluarga korban Su’it pun berharap agar PN Lumajang tidak sampai masuk angin dalam mengambil keputusan yang seadil-adilnya menurut pasal yang di dakwa-kan sejak awal.

Terkait perubahan pasal dan issue yang tidak sedap, JPU Herry Santoso Slamet. SH yang hendak di konfirmasi tidak bisa ditemui di PN Lumajang dikarenakan ada Jaksa pengganti. (Team)

post-top-smn

Baca berita terkait