Thursday, 16 August 2018

Pasal 204 KUHP, Bisa Membuat Jera Penjual Miras

post-top-smn

Kasat Reskrim polres lumajang, Akp Hasran SH.M Hum.

LUMAJANG, SMN –  Maraknya penjual miras diwilayah Hukum Polres Lumajang, membuat Kasat Resrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH MHum,  akan menerapkan pasal 204 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), untuk menindak penjual minuman keras (miras) dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara hingga seumur hidup.

Hal itu dilakukan untuk memberi efek jera pada penjual miras, sebab banyak penjual minuman keras, jika tertangkap hanya dihukum ringan, padahal dengan beredarnya miras, banyak kejahatan yang terjadi, bahkan juga bisa menyebabkan kematian.

“Miras yang beredar bebas, menyebabkan banyak yang mengkonsumsi, setelah itu kesadaran mereka berkurang, dan akhirnya berbuat kejahatan, dan yang lebih parah, bisa menimbulkan korban tewas. Hal itu yang membuat kami akan bertindak tegas dalam memberi sanksi pada para produsen miras atau penjual miras,” beber Kasat.

Dalam pasal 204 ayat 1, KUHP yang berbunyi “Barangsiapa menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi – bagikan barang, sedang diketahuinya bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang, dan sifat yang berbahaya itu didiamkanya, dihukum penjara selama – lamanya lima belas tahun”.

Dan pada pasal 204 ayat 2, KUHP yang berbunyi “Kalau ada orang mati lantaran perbuatan itu, si tersalah dihukum penjara seumur hidup, atau penjara sementara, selama – lamanya dua puluh tahun”.

“Untuk lebih maksimal, kami juga bisa menambah jeratan pasal yaitu, Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012 dengan sanksi maksimal 15 tahun penjara, dengan begitu kami harapkan mereka bisa jera, bukan hanya sekedar tindak pidana ringan (tipiring) saja,” imbuhnya.

Dalam operasi pekat Semeru 2018 lalu, terjaring 3.000 lebih botol minuman keras. Dan pada peringatan HUT Bhayangkara ini, akan mulai diterapkan apa yang sudah pernah dilakukan di tempat bertugas sebelumnya.

Langkah Kasat Reskrim Polres Lumajang sangat diapresiasi oleh berbagai pihak, bahkan beberapa pihak siap menginformasikan setiap ada pelanggaran kepada pihak kepolisian.

“Langkah Kasat Reskrim ini sangat kami apresiasi, sebab miras itu tidak hanya penyebab kematian, namun juga penyebab awal seseorang akan melakukan tindak kejahatan,” kata seorang warga yang tidak mau disebut namanya.

Bahkan ada juga warga yang memberikan aplaus, jika hal tersebut benar – benar diterapkan di Kabupaten Lumajang, guna meminimalisir peredaran miras, dan bisa memberi efek jera kepada penjual miras. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait