Wednesday, 19 September 2018

Parpol Rasakan Kesulitan Akibat Ketatnya Syarat Bacaleg

post-top-smn

 

Sri Haryantiningsih (Ketua DPC Hanura).

 

Ngawi, SMN – Persyaratan yang ditetapkan KPU untuk musim Pemilu tahun 2019, menjadi kesulitan tersendiri bagi partai politik. “Syaratnya tidak sulit hanya ada proses yang makan waktu,” ujar Sri Haryantiningsih, Ketua DPC Hanura Ngawi.

Beberapa syarat yang harus diurus seorang bakal calon legislatif misalnya tentang tes kesehatan, bebas narkoba dan surat pengantar dari pengadilan untuk kelengkapan SKCK. “Ada biaya yang harus dikeluarkan untuk beberapa tes ini dan sudah dicover oleh partai pun, belum tentu mau menjadi bacaleg,” kata Sri.

DPC Hanura sendiri hanya berhasil mengisi 26 kursi dari 45 jatah kursi yang diperbolehkan dalam aturan. Namun Sri Haryantiningsih mengaku angka itu sudah cukup mengisi peluang yang biasa direbut pada enam daerah pemilihan di Kabupaten Ngawi. “Kami menilai walau hanya 26 bacaleg, tapi sebarannya merata untuk mengisi 6 dapil di Ngawi,” ujar Sri.

Sekretaris DPD Partai Golkar Ngawi, Sardjono, juga mengakui bahwa syarat bacaleg pada Pemilu 2019, lebih butuh waktu untuk mengurusnya. Sampai kemarin (11/7) syarat bacaleg Partai Golkar juga belum ada yang selesai dan belum dapat mengirim ke KPU. “Ini bacaleg – bacaleg juga tengah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Bacaleg DPD Partai Golkar Ngawi, sebagian besar masih diisi wajah-wajah lama. Dari enam nama yang kini ada di DPRD hanya nama Suprapto yang akan naik menjadi bacaleg DPR RI. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait