Tuesday, 16 October 2018

Parade Nusantara Bersatu, Pangdam Brawijaya: Masyarakat Tak Ingin Negara ini Pecah

post-top-smn
Suasana Acara Apel Parade Nusantara Bersatu

Suasana Acara Apel Parade Nusantara Bersatu

Surabaya, SMN – Apel Parade Nusantara Bersatu digelar secara serentak di berbagai daerah. Di Kota Surabaya, apel yang melibatkan semua komponen masyarakat ini digelar di Makodam V/Brawijaya.

Ribuan orang dari berbagai unsur seperti seniman, pelajar, mahasiswa, resimen mahasiswa, TNI, Polri berbaur menjadi satu. Selain melakukan doa bersama, mereka juga disuguhi beragam atraksi dari berbagai elemen masyarakat.

Ada Reog Ponorogo, pembacaan puisi oleh siswi SMP, hingga teatrikal yang menggambarkan bersatunya rakyat dan tentara dalam merebut kemerdekaan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam acara yang dihadiri pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) Jawa Timur seperti Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Ahmad Sukardi itu, masyarakat juga bisa menaiki dan berfoto bersama di alat utama sistem pertahanan (alutsista) milik TNI seperti tank ataupun panser.

Di sela apel Parade Nusantara Bersatu, Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana mengaku bangga dengan masyarakat yang masih bersatu dan bersama-sama untuk menjaga keutuhan bangsa dan NKRI.

“Ini menunjukkan bahwa kita masih bersatu. Kita lihat bersama, masyarakat tidak ada yang ingin negara ini pecah belah. Jadi dengan Parade Nusantara Bersatu, membuktikan masyarakat Indonesia masih utuh,” tandas jenderal dengan dua bintang di pundaknya ini.

I Made Sukadana juga mendukung rencana doa bersama yang digelar di Monas, Jakarta pada 2 Desember nanti. Namun, pangdam berharap masyarakat Jawa Timur tidak perlu ikut ke Jakarta, tapi cukup mendoakan di daerahnya masing-masing.

“Tanggal 2 Desember itu kan acara doa bersama. Doa bersama tentunya kita dukung. Mari kita bersama-sama berdoa pada 2 desember itu. Untuk keamanan, kesejahteraan negara

kita, jadi tidak peru risau, karena 2 Desember adalah berdoa bersama. Mari bersama-sama, masyarakat seluruh Jawa Timur ikut berdoa bersama,” kata I Made Sukadana.

I Made Sukadana mengatakan, pihaknya tidak perlu melakukan langkah pencegahan terhadap masyarakat Jawa Timur yang henddak berangkat ke Jakarta.

“Langkah pencegahan nggak ada. Cuma mengimbau saja. Apalagi doa bersama. Kalau unjuk rasa kemarin saja yang ingin menyampaikan aspirasi kita hanya mengimbau kepada masyarakat (untuk tidak berangkat),” terangnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, kalau kita ramai-ramai sangat riskan sekali. Unjuk rasa adalah hak masyarakat dan dijamin oleh undang-undang. Tetapi aparat keamanan itu, menjamin masyarakat jangan sampai ada masalah dengan keamanannya. Oleh sebab itu, ada hak juga aparat keamanan mengimbau supaya tidak terjadi apa-apa,” tandasnya.
(roi/ugik)

post-top-smn

Baca berita terkait