Sunday, 21 October 2018

Pakde Karwo: UMKM Jadi Pilihan Utama Pembangunan Ekonomi Jatim

post-top-smn
Gubernur Soekarwo saat menyampaikan materinya dalam kuliah umum di hadapan civitas akademisi Unair di Banyuwangi yg dilaksanakan di Aula SMKN 1 Kab. Banyuwangi

Gubernur Soekarwo saat menyampaikan materinya dalam kuliah umum di hadapan civitas akademisi Unair di Banyuwangi yg dilaksanakan di Aula SMKN 1 Kab. Banyuwangi

Banyuwangi, SMN – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi pilihan utama pembangunan ekonomi Jawa Timur. Sebab, UMKM mampu berkontribusi sebesar 54,98 persen terhadap PDRB Jatim Tahun 2015 Rp. 1.689,88 triliun, serta menyerap tenaga kerja sebanyak 11,12 juta orang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menjadi keynote speaker Kuliah Umum Universitas Airlangga Banyuwangi bertema “Arah Pembangunan Jawa Timur dengan Penguatan Daya Saing dalam Perekonomian Global” di Aula SMKN 1 Banyuwangi, Kamis (15/12) pagi.

Ia mengatakan, sektor UMKM ini telah terbukti mampu bertahan terhadap resesi dan krisis tahun 1998. Seiring berjalannya waktu, UMKM makin tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi yang berkontribusi besar bagi bangsa ini. Jumlah UMKM mencapai 6,8 juta di tahun 2015 meningkat pesat dibanding tahun 2008 yang mencapai 4,2 juta UMKM.

Lebih lanjut disampaikannya, ada sekitar 70-80 persen UMKM yang hidupnya berasal dari biaya sendiri dan tidak ada bantuan dari pembiayaan atau industri jasa keuangan. Kondisi saat ini bunga kredit perbankan kepada UMKM sebesar 18-22 persen karena pelaku UMKM tidak punya agunan. Sedangkan bunga pinjaman untuk perusahaan besar (corporate) mencapai 12-14 persen.

“Ini permasalahan besar kita. Tidak ada pilihan lagi, Pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus melakukan intervensi. Ada idle hand yang harus mengurus UMKM. Pemprov mengambil posisi untuk mengurus UMKM. Harus keluar biaya untuk UMKM,” tegas Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim.

Pemprov Jatim, lanjutnya, mendorong adanya sistem perbankan yang dapat mendukung terwujudnya suku bunga murah dan mendukung perluasan pembiayaan yang dapat mengurangi dampak krisis ekonomi global. Salah satunya melalui model pembiayaan loan agreement.

Ia pun menjelaskan, Pemprov Jatim menunjuk Bank Jatim sebagai APEX Bank bagi BPR-BPR milik pemerintah kabupaten/kota di Jatim untuk memberikan kredit linkage program dengan bunga murah. “Program ini dibentuk Pemprov Jatim dan pertama di Indonesia. Nantinya kredit tersebut disalurkan kepada UMKM dengan suku bunga satu digit,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya agar sektor UMKM dapat tumbuh terus dan menggerakkan ekonomi Jatim. Salah satunya yakni pengembangan SDM melalui restrukturisasi di bidang pendidikan, yakni dengan mengubah rasio sekolah 70 persen SMK dan 30 persen SMA. Untuk itu, pihaknya memperbanyak pendidikan vokasional melalui pengembangan SMK Mini atau BLK Plus untuk menghasilkan tenaga kerja siap pakai dan berkualitas.

Guna mendukung hal tersebut, Pemprov Jatim telah bekerjasama dengan Jerman dan AS sebagai bentuk perluasan kerjasama pendidikan vokasional. Hingga saat ini di Jatim, telah berdiri sebanyak 270 SMK Mini dan targetnya bisa mencapai 400 SMK Mini.

Selain pengembangan pendidikan vokasional, UMKM juga dikembangkan melalui perluasan pasar dalam dan luar negeri. Tujuannya untuk memperluas penetrasi pasar produk UMKM melalui Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Jatim yang ada di 26 provinsi di Indonesia. Keberadaan KPD tersebut telah mampu meningkatkan perdagangan di Jatim. Surplus perdagangan dalam negeri terus meningkat dari tahun 2010 hanya mencapai Rp. 21,3 triliun menjadi Rp. 99,83 triliun di tahun 2-15. Pada triwulan III tahun 2016 ini, surplus mencapai  Rp. 79,25 triliun.

“Pasar dalam negeri harus menjadi solusi pembangunan ekonomi di era seperti saat ini. Ini menjadi agregasi dari bupati/walikota se-Jatim untuk memperkuat pasar dalam negeri,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Koordinator PDD Universitas Airlangga Banyuwangi A.A. Gde Satia Utama, SE, M.Ak, Ak., Ca melaporkan, PDD Unair Banyuwangi memiliki 4 program studi dengan jumlah 497 mahasiswa yang berasal dari 11 provinsi di Indonesia.

Ia menjelaskan, PDD memiliki desa binaan di Taman Sari dan Gombeng Sari, setiap tahun terus melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, menjadi pendamping masyarakat desa binaan dalam mengelola keuangan UMKM, pengelolaan kolam budidaya, pendampingan hidup sehat dan berkualitas, serta kesehatan ternak.

Seusai memberi kuliah umum, Pakde Karwo bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membuka Semegah (SMKN 1 Glagah Banyuwangi) EXPO 2016 yang menampilkan berbagai kreasi siswa-siswi sekolah tersebut. Semegah EXPO 2016 ini merupakan rangkaian dies natalis SMKN 1 Glagah ke-39 serta Hari Jadi Banyuwangi ke-245 tahun 2016

Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo meminta kepada SMK untuk memasukkan etika dan moral dalam pendidikan. Unsur pendidikan penting, tetapi etika dan moral merupakan pondasi yang penting bagi lulusan SMK.  “Lulusan sekolah yang dilihat tidak hanya keterampilan teknis, tetapi etika dan moralnya juga dinilai,” jelasnya.

Ia mengapresiasi Bupati Banyuwangi yang terus mengembangkan pendidikan vokasional. Pemprov akan ikut mendorong pendidikan vokasional di seluruh Jatim.

post-top-smn

Baca berita terkait