Sunday, 18 November 2018

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

post-top-smn

Gubernur Jatim menerima kunjungan Konjen AS di RK jl. PahlawanSurabaya, SMN – Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat Amerika Serikat (AS) atas rasa empati negara adidaya ini  terhadap korban dan dampak terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini saat menerima kunjungan Konjen AS di Surabaya  di Ruang Kerja Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan 110, Surabaya, Kamis (24/5).

“Pemerintah akan segera menerbitkan semacam internal security act (ISA) guna melindungi masyarakat banyak, seperti dimiliki negara-negara lain. Diantaranya, Australia dan AS,”ujar Pakde Karwo sambil menambahkan dengan ISA tersebut maka kepentingan masyarakat banyak lebih terlindungi, termasuk investasi.

Pakde Karwo menjelaskan, ijin prinsip investasi di Jatim yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Prov. Jatim saat ini tercatat sebesar Rp. 248 trilyun atau sekitar US $ 18 juta,  dan investasi tersebut  belum terwujud. Apalagi terjadi kasus terorisme, sementara ekonomi adalah persepsi. Untuk itu, dan mempertimbangkan arti penting investasi bagi kesejahteraan masyarakat, pihaknya akan mengundang para pengusaha termasuk Konjen AS di Surabaya untuk bertemu dalam waktu dekat.

Jawa Timur, lanjut Pakde Karwo, menjadi hub 16 provinsi lainnya. Kondisi tidak stabil provinsi ini, akan mempengaruhi 16 provinsi lainnya. Sebab, beragam produk bahan pokok dan komoditi lainnya dihasilkan dan dipasok Jatim untuk ke 16 provinsi tersebut. Diantaranya, telur ayam, daging, beras, dsb-nya.

 

Bukan Pemikiran Mainstream

Dalam kunjungannya, Konjen AS Heather Variava, menyampaikan  rasa dukacita kepada Gubernur Jatim atas terjadinya tindakan terorisme yang menimbulkan korban luka dan jiwa beberapa waktu. Atas dasar pengalaman tinggal selama tiga tahun di Surabaya, ia menilai, pemikiran teroris tersebut bukanlah pemikiran mainstream masyarakat Jawa Timur yang damai dan toleran.

Keberagaman dan kekayaan budaya yang dimiliki Jatim, diyakininya, akan menjadikan Jatim menjadi lebih kuat. “Saya juga mengapresiasi tindakan Pak Gubernur saat terorisme terjadi. Bapak Gubernur hadir di semua lokasi untuk memberikan dukungan moril kepada korban dan semangat kepada kepolisian,” ujarnya yang sekaligus berpamitan menjadi Konjen AS di Surabaya  karena menempati posting jabatan  baru sebagai awakil Dubes AS di Jakarta.

Mendampingi Gubernur Soekarwo dalam acara ini Kepala BPM PTSP Prov. Jatim, Lili Soleh Wartadipradja serta Kepala Biro Humas dan Protokol Pempriv. Jatim, Benny Sampir Wanto. Sementara itu, Konjen AS di Surabaya didampingi Kepala Urusan Politik,  Andre  Kelly.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait