Sunday, 16 December 2018

Pakde Karwo : Pertumbuhan Ekonomi 2016 Jatim Harus 5,6 Persen

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Surabaya, SMN  – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan untuk evaluasi jelang akhir tahun 2016 adalah pertumbuhan ekonomi Jatim yang diharapkan mencapai 5,6 Persen. Tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut tidak lepas dari  dukungan sumber daya manusia yang bagus yaitu kesehatan yang terjamin.

Hal itu dikatakan Gubernur Soekarwo saat dialog Warung Pakde di Suara Surabaya FM, Rabu (14/12) pagi.

Pada dialog ini, pakde Karwo sapaan akrab gubernur Soekarwo, juga berbicara mengenai strategi jangka pendek maupun jangka panjang terhadap pembangunan di Jawa Timur. “Pemprov  sudah membuat langkah-langakah agar Jatim  menguasai pasar luar negeri,” ujarnya.

Dia mencontohkan, di Singapura ada pasar khusus untuk Jatim  bernama Jatim Mart. Untuk itu perlu pengawasan dan peningkatan dalam pelayanan konsumen dengan memperbaiki tarif dan regulasi yang ada.

Untuk program yang tengah dilakukan Pemprov Jatim saat ini adalah Dashboard.  Dikatakan pakde, program ini untuk mengukur produk dari luar negeri yang masuk ke Jawa Timur. “Misal kosmetik, yang beredar itu kan banyak mengandung merkuri atau timbal, terus buah impor yang mengandung pestisida, itu juga juga harus jadi perhatian kita,” kata pakde.

Tentang potensi Jatim, menurut Pakde, Jawa Timur merupakan provinsi yang mempunya daya saing dibandingkan provinsi lain meskipun masih posisi kedua setelah DKI dan mendapatkan predikat provinsi terbaik lima kali berturut-turut. “Ini juga jadi kebanggaan kita sebagai masyarakat Jatim. Dan Jawa Timur di mata negara-negara ASEAN adalah provinsi paling kompetitif,” jelasnya.

Sementara itu untuk agenda Pemprov Jatim ke depan, yakni tentang perbaikan infrastruktur terutama jalan. “Untuk tahun 2017 pembiayaan perbaikan jalan naik sebesar 30%,” kata Pakde.

Untuk prospek Jatim ke depan, tahun 2017 akan dilakukan  pembenahan infrakstruktur jalan juga dibukanya pelabuhan baru di probolinggo, memperluas pelabuhan udara internasional di Malang, pelabuhan dan runway di Bawean juga pelabuhan udara di Kangean.

Sementara di Tulungagung juga akan dikembangkan pelabuhan city link, hal itu dilakukan untuk mempermudah  atau mengurangi ongkos atau biaya antara orang dan barang.

Dalam obrolan program warung Pakde juga disinggung terkait kondisi politik di Jatim karena tahun 2017 ada pilkada. Pakde karwo mengatakan harus dilakukan dialog antara TNI, POLRI  dan seluruh stakeholder yang ada agar sinergi dengan Babinsa dan Kepala Desa yang ada di pedesaan agar tercipta kondisi politik yang aman dan nyaman.(shi/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait