Saturday, 23 March 2019

Pakde Karwo: Perbankan Harus Berani Ambil Peluang

post-top-smn
Gubernur Jatim didampingi ketua OJK dan BI serta Dirut Bank Jatim melakukan pemotongan pita di acara pameran bank UMKM di Grand City Surabaya

Gubernur Jatim didampingi ketua OJK dan BI serta Dirut Bank Jatim melakukan pemotongan pita di acara pameran bank UMKM di Grand City Surabaya

Surabaya, SMN – Peluang industri keuangan di Jatim masing besar, pasalnya sejak tahun 2010 kondisi ekonomi makro Jatim lebih baik dari nasional, serta angka kemiskinan dan pengangguran selalu berkurang. Oleh karena itu, industri perbankan harus menangkap peluang besar ini, yakni sebagai pendukung terutama di industri UMKM. Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat membuka pameran Bank & UMKM Expo 2016 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (11/02).

Menurut Pakde Karwo, di setiap negara, ibaratnya yang menjadi darah dari pembangunan adalah uang, dan perbankan yang menjadi industrinya. Bila ingin membiayai pembangunan dengan darah yang sehat, maka regulatornya seperti Bank Indonesia dan OJK harus membenahi hal itu. “Kalau banknya sehat, ia mampu memberi kredit yang produktif bagi industri. Ibaratnya, bila di suatu daerah terdapat banyak bank, maka ekonominya akan baik”, ujarnya.

Perdagangan Jatim mengalami surplus hampir dengan semua negara di ASEAN kecuali dengan Singapore dan Laos. “Dengan Malaysia kita surplus 112,58 juta USD dan dengan Filipina kita surplus 66,22 juta USD”, ujarnya. Surplus perdagangan ini terutama di sektor industri perhiasan dan farmasi. Akan tetapi, pada industri UMKM angkanya masih sangat kecil. Untuk itu, ia sangat setuju dengan adanya klinik UMKM yang mampu menguji kualitas pasar. “Saya sangat setuju dengan klinik UMKM, dimana kita akan tahu pasar seperti apa yang akan kita ambil”, ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni industri, skema pembiayaan, dan pasar. Dalam industri, konsep Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan loan agreement harus dimanfatkan. Ia berharap, pelaku UMKM dapat memaksimalkan program-program ini. Apabila program ini dijalankan dengan baik, diharapkan dapat mengurangi urbanisasi yang berdampak pada berkurangnya pengangguran.

Ia menambahkan, pameran semacam ini sangat baik dan harus rutin diselenggarakan, dimana produsen dan pembeli dapat bertemu secara langsung. Dengan adanya pertemuan ini, kemungkinan transaksi akan meningkat. “Pertemuan antara produsen dan buyer ini merupakan one on one business meeting yang menguntungkan, sehingga perbankan harus jeli mengambil peluang ini”, ujarnya.

Gubernur Jatim meninjau salah satu stand pameran bank UMKM

Gubernur Jatim meninjau salah satu stand pameran bank UMKM

Sementara itu, Ketua Panitia Bank & UMKM Expo 2016, R. Soeroso menyampaikan, pameran ini sebagai wadah bagi pelaku industri UMKM untuk mengembangkan potensi dan daya saingnya sehingga mampu memenangkan persaingan pasar yang semakin kompetitif, terlebih lagi dalam menghadapi MEA. “Saya harap pameran ini dapat mencapai target transaksi sebesar 3 Milyar Rupiah dan menarik pengunjung atau potential buyer sebanyak 25 ribu orang”, harapnya.

Acara Pameran Bank & UMKM Expo 2016 ini digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya pada tanggal 11-14 Februari 2016. Acara ini diselenggarakan oleh BMPD (Badan Musyawarah Perbankan Daerah) Wilayah Jatim yang didukung oleh Pemprov Jatim, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Acara ini diikuti oleh 110 stand yang terdiri dari industri perbankan (konvensional, syariah dan BPR), SKPD di lingkup Pemprov Jatim, asuransi, properti, developer, industri menengah dan retail, serta handycraft. Selain pameran, akan diselenggarakan pula seminar, lomba, serta hiburan dari artis ternama salah satunya Band GIGI. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait