Thursday, 22 November 2018

Pakde Karwo: Pendidikan dan Kesehatan Kunci Dasar Pertumbuhan IPM

post-top-smn
Gubernur Jatim Menerima Audiensi APTISI Jatim Yang Dipimpin Oleh Prof. Sukowiyono di Kantor Gubernur Jawa Timur

Gubernur Jatim Menerima Audiensi APTISI Jatim Yang Dipimpin Oleh Prof. Sukowiyono di Kantor Gubernur Jawa Timur

Surabaya, SMN – Pendidikan dan kesehatan menjadi kunci dasar meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Bila kedua hal ini berjalan dengan baik, otomatis kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) akan meningkat, yang pada akhirnya mampu meningkatkan pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim.

Hal itu disampaikan Dr. H. Soekarwo, Gubernur Jatim, saat menerima audiensi Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Jatim di Ruang Kertanegara, Kantor Gubernur Jatim, Selasa (10/1).

Untuk itu, Pakde Karwo, sapaan akrabnya, minta Aptisi ikut mendorong pertumbuhan pendidikan dan kesehatan. Diantaranya dengan memberikan pendidikan karakter dan kemampuan atau skill tambahan. “Saya berterimakasih karena keterbatasan pemerintah kemudian dibantu swasta untuk mencerdaskan bangsa dan juga memberikan pendidikan karakter yang baik sesuai kultur bangsa Indonesia,” katanya.

Menurutnya, permasalahan dasar di Jatim yakni soal diskriminasi pendidikan dan cara pandang yang bukan pada subyeknya melainkan administrasi. “1.070.000-an orang di Jatim mengenyam pendidikan diniyah salafiyah. Ini tidak ada akses sama sekali karena tidak masuk di Departemen Agama dan Dinas Pendidikan.  Ini mengapa kemudian IPM Jatim khususnya SDM kita dalam posisi yang tidak bagus. Hal ini sulit dimasuki karena menjadi bagian kultural. Ini yang sampai sekarang belum tuntas dan paling banyak di daerah tapal kuda,” katanya.

Selain masalah pendidikan diniyah salafiyah, lanjut Pakde Karwo, pendidikan kita tidak menuju suatu solusi tenaga kerja formal. “Tadinya 70 persen pendidikan umum sisanya vokasional. Saat ini, kami bisa menggeser 65 persen SMK, 35 SMA. Dari SMK yang ada, baru 45 yg terakreditasi baik. Makanya banyak diberitakan di media pengangguran paling banyak dari SMK karena tidak ada tempat praktek. Banyak tenaga kerja unskill,” katanya.

Benny Sampirwanto, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, mengatakan bahwa saat ini Pemprov Jatim terus meningkatkan jumlah Balai Latihan Kerja (BLK) plus atau SMK mini untuk menghasilkan tenaga kerja yang terlatih. “Pengembangan kualitas SDM menjadi hal penting terutama memperluas pendidikan vokasional. SMK mini ini juga dikembangkan Pemprov di beberapa Pondok Pesantren agar para santri yang menjalani pendidikan diniyah salafiyah bisa mendapatkan pendidikan terampil. Pemprov juga menyekolahkan sekitar 9.800 orang pengajar diniyah salafiyah ke pendidikan S-1,” katanya.

Sementara itu, Prof. Suko Wiyono, Ketua Aptisi Jatim mengatakan Aptisi Jatim akan menyelenggarakan Musyawarah Wilayah yang rencananya akan diselenggarakan pada 11 Februari 2017 mendatang. Melalui audiensi ini, ia berharap Gubernur Jatim dapat menghadiri muswil tersebut dan memaparkan program-program Gubernur. “Kami harap di muswil mendatang Pak Gubernur bisa rawuh. Agar teman teman tahu perkembangan provinsi, langsung dari Pak Gubernur sehingga informasi imbang,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini Aptisi Jatim ini memiliki anggota berjumlah 363 PTS yang bervariasai mulai besar, sedang sampe kecil. “Tugas kami memperjuangkan PTS mulai dari persoalan penerimaan karyawan. Banyak BUMN atau perusahaan dalam penerimaan pegawai melihat akreditasi kampus. Ini yang kami perjuangkan termasuk bantuan yang selama ini lebih banyak ke PTN ketimbang PTS. Padahal 75 persen kader bangsa berasal dari PTS termasuk tokoh partai dan pejabat lainnya,” katanya.

Suko juga menjelaskan bahwa selama ini seringkali PTS di suatu daerah mati karena munculnya PTN baru. “PTS jgn dinegerikan, buat saja PTN di perbatasan. Termasuk di perbatasan malaysia. Malaysia banyak membangun perguruan tinggi di perbatasan. Ini yang sedang kami perjuangkan,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Dr. Saiful Rachman, MM, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim, Dr. Bawon Adhiyitoni, M.Si, serta beberapa Rektor PTS diantaranya Rektor Universitas Darul Ulum Jombang, Rektor Universitas Adibuana Surabaya, serta Rektor Universitas Widya Kartika Surabaya.

post-top-smn

Baca berita terkait