Wednesday, 24 April 2019

Pakde Karwo: Media Arus Utama Jadi Rujukan Tangkal Hoax

post-top-smn

Gubernur Jatim H Soekarwo memberikan sambutan pada acara pembukaan HPN tahun 2019 di Exhibition Hall Grand City Surabaya .

Surabaya, Suaramedianasional.co.id – Kian berkembangnya dunia komunikasi digital yang serba cepat dan mudah tak
mengurangi krusialnya peran media massa arus utama. Media ini sangat dibutuhkan
saat ini untuk menangkal munculnya berita-berita palsu atau hoax.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat
mendampingi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara membuka
Pameran Karya Pers dan Teknologi Informasi dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN)
tahun 2019 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (7/2).
Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim ini menegaskan bahwa media arus
utama tidak boleh dianggap mati terkena dampak pesatnya internet, tetapi justru
bersifat komplemen atau pelengkap sebagai solusi terhadap hoaks.
“Di Jatim ada salah satu media cetak arus utama yang setiap harinya
menampilkan kolom khusus yang membahas atau mengkonfirmasi berita hoax. Di situ,
dibahas apakah berita yang beredar di masyarakat luas termasuk hoax atau bukan,”
terangnya.
Digitalisasi ini, lanjutnya, membuat banyaknya inovasi baru, mulai dari
banyaknya kemunculan media online baru. Bahkan ada media cetak yang mulai
mengembangkan tidak hanya media online tapi juga media interaktif. Inilah yang
kemudian dinamakan konvergensi media.
“Konvergensi media ini membuat kita tidak lagi hanya menonton televisi dari
televisi saja, namun bisa melalui ponsel. Ini memudahkan kita menonton televisi dari
manapun,” katanya.
Pakde Karwo mengusulkan agar ke depan ada kerjasama yang baik dengan
media online untuk memberitakan klarifikasi soal isu-isu strategis seperti inflasi kepada
masyarakat.
“Misal inflasi yang naik adalah cabai keriting, tapi isunya membuat panik
sehingga menyebabkan barang lain juga naik. Saya usul ditampilkan di running text
untuk menjaga masyarakat tenang,” katanya.
Perkembangan dunia digital ini juga menurutnya membawa manfaat dalam
pengembangan sektor ekonomi masyarakat. Dimana, banyak industri kecil menengah
yang mulai memanfaatkan digital untuk memasarkan produknya.
“Mari bekerjasama dengan PWI memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan
ekonomi kerakyatan, yang tidak efisien didorong menjadi efisien”, jelasnya.
Tidak lupa, dalam kesempatan ini, Pakde Karwo berterima kasih atas
terselenggaranya kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) di Jatim, karena ikut mendorong
perekonomian masyarakat Jatim.
“Akhir-akhir ini kita lihat hotel atau tempat penginapan serta rumah makan disini
banyak yang penuh. Ini menjadi kegiatan ekonomi besar membantu rakyat,” katanya.
Industri Pers Tetap Jaya
Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mengatakan, dalam perkembangan
digital saat ini, pers tidak perlu takut perubahan. Justru kondisi tersebut harus
dimanfaatkan dengan teknologi. Hal ini dikarenakan insan pers senantiasa
meningkatkan kapabilitas dan kapasitasnya, termasuk meningkatkan kompetensi
secara digital. Selama industri pers menjalankan etika dan profesionalisme, digitalisasi
tidak akan mempengaruhi.
“Saya yakin selama insan pers senantiasa menjaga etika profesional, melakukan
cover both side, industri pers kita akan tetap jaya,” katanya.
Menurutnya, pers dan digitalisasi hadir bersamaan. Digitalisasi tidak
mengadakan konten atau substansinya, tetapi digitalisasi hanya sebuah medium atau
cara saja.
“Dulu cara menyampaikan berita dicatat dalam bentuk kertas, saat ini industri
pers kita mulai beralih. Saya tidak pernah mendengarkan radio di radio, tapi melalui
handphone, jadi yang beralih hanya mediumnya,” katanya yang usai membuka
pameran, bersama-sama dengan Gubernur Jatim meninjau beberapa stand yang ada
dalam pameran.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari mulai 7-9 Februari 2019 ini
diramaikan stand-stand yang berasal dari industri pers serta media massa, mulai cetak,

online hingga elektronik. Selain itu, dalam pameran ini juga ditampilkan karya-karya
jurnalistik seperti fotografi, serta stand dari kementerian, universitas, hingga stand
UMKM. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ketua Umum PWI, Atal S. Depari, serta
beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait