Monday, 21 May 2018

Pabrik B3 Berpotensi Tambah PAD

post-top-smn
Ketua Komisi D DPRD Jatim, Eddy Paripurna

Ketua Komisi D DPRD Jatim, Eddy Paripurna

Surabaya, SMN – Pabrik Pengolahan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, dorongan untuk mencari lahan pembangunan pabrik B3 ini semakin menguat dan harus dilakukan.

“Berdasarkan perhitungan keekonomian, industri pengolahan limbah B3, tergolong sangat menguntungkan,” kata Ketua Komisi D DPRD Jatim, Edy Paripurna di DPRD Jatim, Senin (7/11)

Lebih lanjut dijelaskan, potensi limbah di Jawa Timur ditaksir sebanyak 1,4 juta ton tiap bulan. Sedangkan ongkos buang limbah B3 seharga Rp 2.500 per-kilogram. Dengan memiliki industri limbah B3, maka Badan Lingkungan Hidup (BLH) juga dapat menjadi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) penghasil untuk memperbesar PAD. “Hal ini sudah kami sampaikan dalam rapat paripurna kemarin,” ungkap dia.

Anggota Komisi D, Karimullah Dahrujiadi juga memaparkan, pada Rancangan APBD 2017, BLH Provinsi Jawa Timur memperoleh alokasi anggaran belanja langsung sebesar Rp 11.323.133.000. Anggaran terbesar mencapai Rp 2,750 miliar digunakan untuk program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan. Cakupan program tersebut sangat luas, bukan hanya melawan pabrik-pabrik nakal, melainkan juga rumah sakit nakal. Tak terkecuali rumah sakit BLUD milik pemerintah provinsi yang belum memiliki IPAL memadai.

“Nah, problem lain Badan Lingkungan Hidup, adalah penanganan limbah B3. Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki kawasan industri terpadat kedua di Indonesia. Namun ironisnya, selama berpuluh-puluh tahun hingga kini, belum memiliki tempat pembuangan akhir limbah,” tutur Karimullah.

Ini berakibat, seluruh limbah termasuk B3 dibuang secara suka-suka oleh pabrik. Saat ini terdapat usaha swasta pengolah limbah B3 yang beroperasi di Jawa Timur, namun belum dapat memenuhi standar proses integrasi yang memadai, sehingga hasil akhir pengolahan limbah masih dibuang ke Cileungsi Jawa Barat.

Sejak penyusunan APBD tahun 2016, Komisi D telah merekomendasikan pembangunan industri pengolahan limbah, diawali dengan penyediaan lahan. Namun progress penyediaan lahan hingga kini belum memadai. “Karena itu kami rekomendasikan, agar segera dilakukan pencarian lahan industri pengolahan B3. Pada tahap selanjutnya perlu pula segera dibangun industri pengolahan limbah B3,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BLH Jatim Bambang Sadono menyatakan pihaknya menyambut positif rencana tersebut. Namun persoalannya saat ini BLH masih mencari lahan untuk pabrik pengolahan limbah B3 itu. “Kami saat ini sedang proses mencari lahannya dulu,” ujar Bambang. (Pca/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait