Monday, 17 December 2018

P4GN Masuk Kurikulum SMP di Kabupaten Sidoarjo

post-top-smn

Bupati Sidoarjo usai menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kapolresta Sidoarjo

Sidoarjo, SMN – Program Pencegahan, Pemberantasan, Penanggulangan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dimasukkan dalam kurikulum pelajaran sekolah di SMP negeri swasta yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Lewat mata pelajaran P4GN tersebut para pelajar SMP diberikan pengetahuan tentang bahaya Narkoba, (13/11).

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kapolresta Sidoarjo dengan bupati Sidoarjo tentang P4GN dimasukkan dalam kurikulum pelajaran sekolah. Penandatanganan dilakukan di Alun-alun Sidoarjo yang disaksikan para pelajar SMP.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum menyambut baik terlaksananya kesepakatan kali ini. Kesepakatan seperti ini sebagai upaya pencegahan, pemberantasan dan peredaran Narkoba di lingkungan sekolah.

“Kurikulum P4GN tersebut akan memberikan pengetahuan kepada pelajar tentang bahaya narkoba. Dengan begitu para pelajar di Sidoarjo dapat terhindar dari bahaya penyalagunaan narkoba,” pungkasnya

Masih dikatakan Aba Ipul, panggilan akrab Bupati Sidoarjo permasalahan narkoba adalah permasalahan global. Permasalahan Narkoba menjadi perhatian serius di semua negara. Penanganannya masih belum maksimal. Bahkan permasalahan Narkoba cenderung meningkat. Dari data PBB tahun 2014 terungkap ada 162 sampai 324 juta orang diseluruh dunia yang mengkonsumsi Narkoba. Usianya antara 15 sampai 64 tahun. Setiap tahunnya ada 183 ribu orang meninggal dunia akibat mengkonsumsi barang haram tersebut.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji mengucapkan terimakasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang menyambut baik nota kesepahaman yang telah dilakukan. Ia katakan nota kesepahaman tersebut dibuat sebagai bentuk kepedulian terhadap Pencegahan, Pemberantasan, Penanggulangan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Sidoarjo. Ia katakan saat ini permasalahan Narkoba sangat serius penanganannya. Pasalnya peredaran gelap Narkoba sudah merambah kalangan manapun. Terbukti artis, politikus, aparat sampai akademisi telah terbukti mengkonsumsi Narkoba.

“pengungkapan 1 ton sabu di Banten menunjukkan Indonesia menjadi pangsa pasar narkoba bagi pengedar. Para pelaku narkoba bukan semata-mata berorientasi pada materi. Namun disinyalir ada agen tersembunyi dari pihak asing yang ingin melemahkan bangsa Indonesia. Kapolresta Sidoarjo mengatakan peredaran narkoba di Kabupaten Sidoarjo sangat memprihatinkan. Dari hasil ungkap kasus tahun 2016 dan tahun 2017 mengalami kenaikan yang luar biasa. Tahun 2016 ada sekitar 431 kasus dengan 493 tersangka. Sedangkan tahun 2017 ada 514 kasus dan 588 tersangka yang terungkap di bulan Januari sampai bulan Oktober. Melihat data tersebut ia katakan ada kenaikan hampir 20% kasus Narkoba di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Kapolresta.

Ditambahkan Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng Purwanto ada delapan kasus yang melibatkan pelajar, ini sangat memprihatinkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada pelajar tersebut ternyata bukan kategori pemakai tetapi sudah masuk kejaringan pengedar Narkoba.

“untuk itu upaya P4GN terus dilakukannya. Namun ia melakukannya tidak sendiri. Semua pihak akan digandengnya dalam upaya pencegahan penyalagunaan Narkoba tersebut. Seperti penandatangan nota kesepahaman yang dilakukannya kali ini,” tutur mantan Kapolsek Kebomas Gresik.

Masih kata Sugeng, Polresta Sidoarjo bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo sepakat membuat nota kesepahaman tentang P4GN untuk dimasukkan kedalam kurikulum pelajaran.(syam)

post-top-smn

Baca berita terkait