Saturday, 20 October 2018

Optimis Raih Penghargaan WBK/WBBM, Kanim III Ponorogo Tingkatkan Pelayanan 

post-top-smn

Ponorogo, SMN – Secara serentak semua pegawai Kemenkumham menandatangani deklarasi janji kinerja 2018 Senin (8/1),  termasuk juga semua pegawai di Kantor Imigrasi Ponorogo. Hal tersebut dikarenakan tidak satupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenkumham yang meraih penghargaan sebagai UPT yang masuk kategori Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM). Oleh karena itu Kantor Imigrasi Ponorogo bertekad untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar dapat meraih penghargaan WBK dan WBBM di tahun 2018.

“Sesuai dengan janji kinerja yang telah kami tanda tangani kami bertekad meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meraih penghargaan WBK dan WBBM di tahun ini. Beberapa langkah kami lakukan diantaranya dengan pemasangan baner yang menginformasikan bahwa di kantor ini adalah wilayah bebas korupsi. Selain itu kami juga lakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana proses layanan di kantor imigrasi ini dan berapa biayanya. Rencana kami buat video tentang pelayanan imigrasi Ponorogo  yang akan ditayangkan di sini maupun dipublikasikan diberbagai media. Sosialisasi kepada pegawai tentang WBBM juga kami lakukan.Namun kadang persepsi masyarakat tentang birokrasi bersih melayani terbentur dengan terbatasnya SDM yang ada disini. Sehingga kadang masih ada komplain kalau pegawai kami kurang ramah. Apapun adanya akan kami perbaiki di tahun 2018 ini, “jelas Najarudin Safa’at, M.Si kepala kantor Imigrasi Ponorogo.

Lebihlanjut Najarudin mengatakan bahwa resolusi 2018 ini pihaknya fokus memanage pelayanan dengan memperbaiki sarana prasarana yang ada. Dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang datang untuk urusan keimigrasian tidak sebanding dengan SDM yang ada. Setelah terobosan antrian online cukup efektif namun masyarakat masih harus menunggu sekitar 1 jam untuk proses pemotretan. Oleh karena itu pihak imigrasi Ponorogo akan menyediakan ruang baca agar para pengunjung tidak jenuh. “Rencana kami akan sediakan ruang baca agar pengunjung tidak jenuh saat menunggu antrian, taman bermain anak dan taman ekpresi serta papan penilaian akan kami perbaiki. Jadi masyarakat yang sudah selesai membuat paspor bisa menuliskan kesan pesannya di papan penilaian dan kami akan evaluasi setiap hari. Jadi kami akan tahu apa yang menjadi keluhan masyarakat sehingga bisa menjadi evaluasi bagi kami, “imbuh Najar.

Terkait pelayanan orang asing saat ini ada sekitar 320 warga negara asing yang tinggal di Ponorogo, mayoritas adalah siswa yang menempuh pendidikan di Gontor. Ada sedikit kendala dengan pelayanan orang asing. Mereka datang ke kantor imigrasi bersamaan hingga 50 orang, padahal hanya ada 1 boot yang tersedia untuk layanan WNA di kanim Ponorogo. Dan sebagian besar mereka datang setelah ijin tinggalnya habis jadi harus membayar denda. “Terkait layanan WNA kami rencana akan adakan sosialisasi kepada mereka atau yayasan dimana mereka menempuh pendidikan. Sehingga mereka perhatikan benar sampai kapan ijin tinggalnya berlaku dan tidak ovestay. Kami juga menghimbau agar para WNA yang mayoritas pelajar ini tidak datang beramai-ramai jadi bisa terlayani semua, “kata Najar.

Dengan berbagai langkah yang ditempuh maka Kanim III Ponorogo optimis dapat meraih penghargaan WBK dan WBBM di tahun 2018. “Kalau terkait pelayanan kami optimis tahun ini dapat meraih penghargaan WBK dan WBBM. Kami harapkan dukungan semua pihak agar dapat meraihnya, “pungkas Najar.(wid)

post-top-smn

Baca berita terkait