Monday, 17 December 2018

Ongkos Kerja Membengkak, Pembangunan Jembatan Terhenti

post-top-smn
Pembangunan Jembatan yang menghubungan antara Dusun Semanding dan Dusun Kerok Kecamatan Sidoharjo yang telah terhenti

Pembangunan Jembatan yang menghubungan antara Dusun Semanding dan Dusun Kerok Kecamatan Sidoharjo yang telah terhenti

Wonogiri, SMN – Pembangunan Jembatan yang menghubungkan antar Dusun Semanding dan Kerok Desa Tremes Kecamatan Sidoharjo terhenti meskipun material seperti pasir, batu dan semen masih ada. Alasan  terhentinya pembangunan dikarenakan anggaran yang dialokasikan untuk membayar ongkos pekerja membengkak hingga mencapai 50 juta, jelas Kades Tremes Agus ketika ditemui wartawan (10/8).
Dikatakan Kades, sumber dana yang dialokasikan untuk pembangunan Jembatan berasal dari APBN Tahun 2016 sebesar Rp. 155. 000. 000,- dan dikerjakan Desember 2016 hingga Januari 2017 untuk pengerjaannya dari TPK Desa dan seluruh pembelanjaan material oleh Bendahara Desa, memang saat ini mandeg tapi nanti juga akan dirampungkan sampai selesai karena Tahun ini ada tambahan anggaran sebesar 40 juta. Terhentinya Pembangunan Jembatan karena untuk pembayaran ongkos kerja membengkak hingga sampai 50 juta, berhentinya pembangunan dari pihak Inspektorat Kabupaten Wonogiri juga telah turun mengecek, dari PMD Kabupaten juga telah turun langsung bahkan Kepala Pemerintahan Desa Wonogiri Semedi juga telah cek lokasi pembangunan, katanya
Sakir (52) seorang warga Jatiwayang Tremes yang ikut bekerja membangun jembatan mengungkapkan, Proyek Jembatan sebelum puasa sudah berhenti karena para pekerjannya tidak mau lagi menggarap lantaran dari pembayaran ongkos kerja beberapa hari tidak dibayar, ungkap Sakir
Ketua RT 03/RW 04 Darman juga membenarkan adanya pembayaran ongkos kerja  proyek Jembatan Semanding Kerok yang sebagian pekerjanya belum terbayarkan hingga sekarang.
Warga sangat berharap Jembatan penghubung antar Dusun tersebut dapat segera jadi sehingga masyarakat dapat menggunakan untuk dapat melewati jembatan baik jalan kaki atau menggunakan sepeda motor  keinginan warga disampaikan Ketua RT Darman.
Sementara dari PU Kecamatan Sidoharjo Budi Wiyono mengatakan, terkait proyek jembatan di Semanding Tremes dari PU sendiri hanya sebatas perencanaan sesuai RAB, dan sekarang pembangunannya terhenti kami tidak tahu itu urusan intern Desa, yang jelas kami dari PU sudah mengingatkan untuk secepatnya diselesaikan karena dana bersumber dari APBN dan turun dana tidak di PU Kecamatan tetapi langsung ke Desa yang bersangkutan, jelas Budi ketika ditemui dikantor PU Kecamatan Sidoharjo. (Tim)
post-top-smn

Baca berita terkait