Wednesday, 23 May 2018

Olimpiade Sains Internasional Tingkat SMP, Indonesia Raih 5 Medali Emas

post-top-smn
Indonesia meraih posisi kedua terbaik dari 48 negara pada olimpiade sains internasional tingkat sekolah menengah pertama (SMP) atau Internasional Junior Science Olympiad (IJSO) ke-13 yang digelar di Nusa Dua,Bali, pada 2-10 Desember 2016.

Indonesia meraih posisi kedua terbaik dari 48 negara pada olimpiade sains internasional tingkat sekolah menengah pertama (SMP) atau Internasional Junior Science Olympiad (IJSO) ke-13 yang digelar di Nusa Dua,Bali, pada 2-10 Desember 2016.

Jakarta, SMN – Indonesia meraih posisi kedua terbaik dari 48 negara pada olimpiade sains internasional tingkat sekolah menengah pertama (SMP) atau Internasional Junior Science Olympiad (IJSO) ke-13 yang digelar di Nusa Dua,Bali, pada 2-10 Desember 2016. Indonesia berhasil mengumpulkan 12 medali, lima di antaranya emas.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad menyampaikan apreasiasi kepada Tim Indonesia yang melampaui target awal.

“Target kita tiga emas ya, karena tahun lalu di Korea sudah dapat dua emas. Ini kita patut bersyukur dan mengapresiasi tim pelajar Indonesia yang telah mengukirkan prestasi gemilang,” kata Hamid berdasarkan siaran Pers yang diterima Selasa (13/12) kemarin.

Indonesia juga berhasil meriah tujuh medali perak. Hamid menuturkan, prestasi tersebut menempatkan posisi Indonesia berada di urutan kedua dari 48 negara. Indonesia hanya kalah bersaing dengan Taiwan pada IJSO tahun ini.

Dikatakan torehan prestasi itu tidak lepas berkat kerja keras pembina IJSO Indonesia serta tim pelajar terpilih yang telah berjuang dengan maksimal.

Pendapat senada juga disampaikan Direktur Pembinaan SMP, Supriano mengatakan tim Indonesia yang terdiri dari 12 orang merupakan siswa terbaik yang lulus seleksi. Selain itu mereka juga merupakan para juara Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Sudiono juga mengatakan, setelah lulus seleksi para pelajar tersebut dikarantina untuk dibimbing oleh para pakar dari perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dipercayakan sebagai pendamping.

Selanjutnya,Supriano juga menyebutkan, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari keuntungan Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan IJSO. Pasalnya, Tim Indonesia tidak mengalami banyak penyesuaian waktu sehingga tetap fokus belajar dan betul-betul siap bertanding.

post-top-smn

Baca berita terkait