Wednesday, 19 December 2018

Olah Lahan Tanam, Pelajar SLTA Balapan Kemudikan Hand Traktor

post-top-smn
    Bupati Ngawi mengibarkan bendera tanda keberangkatan peserta Karapan traktor

Bupati Ngawi mengibarkan bendera tanda keberangkatan peserta Karapan traktor

Ngawi, SMN – Puluhan pelajar setingkat SMA berlarian dengan semangat di tengah lumpur sawah. Bukan hanya beradu lari, mereka juga harus berjuang mengendalikan hand traktor agar mencapai garis finish lebih dahulu. Para pelajar yang berasal dari SMA dan SMK di Ngawi itu, rupanya tengah mmperebutkan sejumlah hadiah dalam perlombaan adu balap dengan traktor tangan.

Kegiatan itu dilaksanakan Kodim 0805 Ngawi dalam menyambut musim tanam yang mulai menjelang, sekaligus mengenalkan alat pertanian pada generasi muda sejak dini. Kodim dan para petani di Ngawi sudah dikenal memiliki hubungan erat selama ini. Adu balap hand traktor atau karapan traktor tangan untuk para remaja ini dilaksanakan di Desa Kartoharjo Kecamatan Ngawi, 21 Juli lalu. “Waah, sulit juga mengendalikan hand traktor ini, apalagi kalau sudah tertancap terlalu dalam bisa bikin kita jatuh,” ungkap Rio Hernando, salah satu peserta pelajar yang ikut karapan traktor tangan ini.

Dalam karapan traktor tangan itu, lintasan dibuat sepanjang 100 meter. Kompetisi dilaksanakan dengan sistem gugur dan sekali melepas peserta balapan sebanyak 3 orang.dari ketiganya itu akan terpilih pemenang yang paling dahulu sampai di garis finish. Lomba ini sendiri diikuti 58 orang, sebagian peserta gagal mencapai finish karena terjatuh atau mesinnya macet di tengah lintasan.

Lomba ini sendiri dibuka oleh Bupati Ngawi, Ir H Budi Sulistyono. Dia mengaku senang dengan kegiatan ini karena mampu mengenalkan akan alat pertanian pada para remaja. “Remaja kita juga jangan sampai jadi lupa bahwa daerah kita ini agraris, berbasis pertanian, dan harus mendukung kemandirian pangan di Indonesia,” katanya.

Dandim 0805 Ngawi Letkol Inf M. Triyandono, S.I.P mengatakan, lomba ini dilakukan sebagai wujud pendapingan TNI dalam rangka mensukseskan Swasembada Pangan, serta memperkenalkan modernisasi pertanian kepada generasi muda. “Kami harapkan generasi muda tidak malu bertani dan turun ke sawah,” kata Dandim.

Pemenang dalam lomba ini sendiri disediakan piagam, uang tunai dan ajang lomba ini diharapkan bisa dilaksanakan rutin setiap tahun. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait