Monday, 19 November 2018

Nilai Tukar Nelayan Jatim Pada 2016 Naik 4,82 Persen

post-top-smn
Ilustrasi - Nelayan

Ilustrasi – Nelayan

Surabaya, SMN – Rata-rata Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 4,82 persen dibanding tahun 2015, yaitu dari 106,68 menjadi 111,83. Kenaikan tersebut disebabkan kenaikan rata-rata indeks harga yang diterima nelayan (6,35 persen) lebih besar dari kenaikan rata-rata indeks harga yang dibayar nelayan (1,45 persen).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, di kantornya, Rabu (11/1)  mengatakan, pada tahun 2016 kenaikan NTN tertinggi terjadi pada Februari yaitu sebesar 1,85 persen sedangkan penurunan NTN terbesar terjadi pada Oktober yaitu sebesar 0,87 persen.

Perkembangan NTN Desember 2016 terhadap Desember 2015 tahun kalender Desember 2016 atau year-on-year Desember 2016 atau selama satu tahun mengalami kenaikan 10,56 persen.

Dikatakan Teguh, dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada Desember 2016, terdapat lima provinsi yang mengalami kenaikan. Sedangkan hanya ada satu provinsi yang mengalami penurunan NTN.

Kenaikan NTN terjadi di Provinsi D.I Yogyakarta sebesar 1,43 persen, Provinsi Jawa Timur sebesar 1,31 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 0,94 persen, Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,34 persen, dan Provinsi Banten sebesar 0,13 persen. Adapun provinsi yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi DKI Jakarta yakni turun sebesar 0,19 persen.

Sementara Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur pada Desember 2016 naik sebesar 1,31 persen dari 114,49 pada vember 2016 menjadi 115,99 pada Desember 2016. Kenaikan NTN ini disebabkan indeks harga yang diterima nelayan mengalami kenaikan sebesar 1,63 persen sementara indeks harga yang dibayar nelayan hanya mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen.

Komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan tongkol, ikan lemuru, ikan cakalang, udang, ikan teri, ikan tenggiri, kepiting laut, ikan bawal, ikan layur/beladang, dan ikan layang.

Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah rajungan, ikan kuniran, ikan beloso, cumi-cumi, ikan belanak, ikan kapasan/kapas-kapas, ikan kerisi/kurisi, ikan kembung, ikan kuwe/bebara, dan ikan swanggi.

Komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah solar, naiknya harga telur ayam ras, cabai rawit, jeruk, bawang putih, ikan selar, sewa alat penangkapan, kacang panjang, tomat sayur, dan upah angkut ke TPI.

Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah tepung terigu, kayu bakar, emas perhiasan, ikan lemuru, tahu mentah, salak, ikan cakalang, pisang, cabai merah, dan bawang merah. (ryo/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait