Tuesday, 25 June 2019

Ngawi Sabet Dua Gelar Pembina Ketenagakerjaan

post-top-smn
Bupati Ngawi berfoto bersama Wagub Jatim Syaifullah Yusuf usai menerima penghargaan.

Bupati Ngawi berfoto bersama Wagub Jatim Syaifullah Yusuf usai menerima penghargaan.

Ngawi, SMN – Dua gelar bidang ketenagakerjaan berhasil diboyong Kabupaten Ngawi dan diserahkan dari Wagub Jawa Timur Syaifullah Yusuf kepada Bupati Ngawi Budi Sulistyono, 21 Februari lalu. Kedua gelar ini menjadi kebanggan bagi Ngawi karena membuktikan kerja keras dalam bidang pembinaan tenaga kerja dan ketransmigrasian mendapatkan apresiasi yang positif dari Pemprov Jawa Timur. “Upaya yang dilakukan Pemkab Ngawi selama ini bertujuan utama mengurangi tenaga potensial namun menganggur yang ada di Ngawi, bukan mengejar penghargaan,” ujar Bupati Budi Sulistyono.

Gelar yang berhasil disabet Kabupaten Ngawi adalah pembina terbaik bidang Latihan kerja (LKS) Bipartit dan Pembina Terbaik Bidang Transmigrasi. Bupati Ngawi yang acap disapa Kanang ini, seusai menerima penghargaan Gedung JX Internasional Surabaya, mengatakan, daerahnya memiliki tenaga muda yang potensial dan mayoritas bergerak di bidang pertanian. Sayangnya, keberadaan lahan pertanian di Ngawi juga terbatas dan idak mungkin berkembang. “Yang ada malah lahan pertanian cenderung susut, antara tenaga kerja dan laha tidak imbang,” katanya.

Pertumbuhan jumlah penduduk juga tak lagi mungkin diimbangi dengan lahan pertanian. Hal ini membawa dampak menurunnya tingkat kesejahteraan petani serta menambah tenaga petani penggarap saja karena keterbatasan modal. Karena hal inilah Pemkab Ngawi berusaha mencari terobosan dalam menyalurkan tenaga petani melalui program transmigrasi ke daerah-daerah di luar Jawa yang dapat menerima sumber daya manusia asal Ngawi.

Ada 578 gelar yang diterimakan ke berbagai pemimpin daerah di Jawa Timur tersebut. Gelar yang diboyong Kabupaten Ngawi diharapkan menambah semangan daerah dalam mencari terobosan menyalurkan tenaga kerja potensial dan meningkatkan kesejateraan warganya. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait