Wednesday, 26 June 2019

Ngawi Proyeksikan Anggaran Belanja 2018 Lebih Dari Rp 1,8 Triliun

post-top-smn
Suasana pembukaan Rancangan Awal rencana kerja pemerintah daerah di pendapa Wedya Graha Ngawi Kamis (16/3)

Suasana pembukaan Rancangan Awal rencana kerja pemerintah daerah di pendapa Wedya Graha Ngawi Kamis (16/3)

Ngawi, SMN – Pemerintah Kabupaten Ngawi merencanakan penganggaran pada tahun 2018 sebesar Rp 1.834.319.266.847,06. Dana sebesar Rp 1,8 triliun lebih itu akan dibagi dalam program dan kegiatan prioritas daerah dalam belanja langsung maupun belanja tidak langsung.

Hal ini terungkap dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah Ngawi di Pendapa Wedya Graha hari Kamis (15/3) lalu. “Proyeksi pembelanjaan ini kita gunakan sebagai acuan untuk tahun 2018 mendasar pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021,” ungkap Ketua Bappeda Ngawi, Arif Suyudi.

Alokasi belanja tidak langsung tetap menempati porsi tinggi dalan rencana penganggaran Ngawi tahun depan. Pos ini diprediksi akan menelan anggaran sebesar Rp 1.228.868.469.057, 29 atau sekitar 66,99 persen. Belanja tidak langsung ini meliputi belanja pegawai, belanja subsidi, belanja hibah, bantuan sosial, bagi hasil, bantuan keuangandan belanja tidak terduga. Belanja pegawai di Ngawia tahun 2018 diproyeksikan sekitar Rp 998,3 miliar lebih sementara belanja hibah sebesar Rp 49,228 M dan bantuan sosial sebanyak Rp 198,98 juta lebih. Selain itu juga menganggarkan belanja bagi hasil lebih dari Rp 1 miliar serta bantuan keuangan menelan Rp 217,573 miliar lebih. “Selain itu Pemkab Ngawi juga menyisihkan dana tidak terduga sebesar Rp 2,5 miliar sedangkan bantuan keuangan diproyeksikan tinggi karena merupakan dana yang ditransfer ke desa,” ungkap Arif lagi.

Pemkab Ngawi sendiri tampaknya belum mampu menekan angka tingkat pengangguran terbuka dan angka kemiskinan secara gemilang. Bahkan sebaliknya, juga tak memiliki prediksi tinggi untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia ((IPM). Dari data Badan Pusat Statistik tahun 2016 dan RPJMD Ngawi tahun 2016-2021 terlihat bahwa tahun 2015 tingkat pengangguran terbuka di Ngawi mencapai 3,99 persen dan angka ini diproyeksikan bertahan di tahun 2016. Prediksi menurun sekitar 0,6 persen menjadi 3,93 persen di tahun 2017.

Angka kemiskinan dari 14,88 persen diproyeksi menurun sebesar 13,39 persen di tahun 2016 dan prediksi tertinggi di tahun 2017 menurun menjadi 12,88 persen.Pertumbuhan ekonomi di Ngawi pada tahun 2014  sebanya 5,82 dan meningkat di tahun 2015 sebesar 5,82 dan prediksi tertinggi di tahun 2017 naik sebesar 6,28. Sementara indeks pembangunan manusia (IPM) di Ngawi sesuai data BPS terbukti menurun yakni tahun 2014 sebesar 71,59 menjadi 68,32. Proyeksi tertinggi peningkatan IPM di tahun 2016 sebesar 69,74 dan tahun 2017 proyeksi tertinggi meningkat 0.,92 persen menjadi 70,66.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, meminta agar penganggaran disesuaikan dengan arah kebijakan prioritas pembangunan Ngawi tahun 2018. Ada 11 pertimbangan prioritas yang dikemukakan yakni, pemantapan kondisi infrastruktur, perluasan akses pendidikan dan kesehatan demipemantapan kualitas SDM di Ngawi, pemantapan kapasitas kemampuan dan etos kerja aparatur, pengembangan UMKM dan koperasi industri, pemantapa produksi nilai tambah pertanian, pemantapan industri menengah, sarana pra sarana perdagangan, pemanfaatan SDA dan pelayanan investasi serta pengembangan budaya dan kepariwisataan di Ngawi. “Semua pihak tentu meminta diprioritaskan, makanya kita harus rencanakan secara cermat,” ujar Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi ini.

Belanja langsung di Ngawi tahun 2018 mendatang diprediksi sebanyak Rp 605.450.777.78,77. Dana lebih dari Rp 605 miliar itu akan terbagi untuk belanja urusan wajib dan pilihan dan kisarannya sekitar 33, 01 persen dari keseluruhan dana yang akan dibelanjakan. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait