Saturday, 20 October 2018

Musim Kemarau, Budidaya Tembakau Menjadi Salah Satu Idola Petani

post-top-smn

NGAWI, SMN – Musim kemarau menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi daerah agraris seperti Ngawi. Berkurangnya pasokan air karena tidak ada hujan, mengharuskan para petani pandai memilih tanaman yang dapat dibudidayakan di musim kemarau. Tembakau sejak bertahun-tahun menjadi idola bagi kaum petani di sebagian daerah Ngawi saat musim paceklik hujan seperti sekarang. Tanaman tembakau tidak terlalu banyak membutuhkan air dan harga jual tembakau selama ini yang dinilai stabil, menjadi beberapa alasan komoditi ini dilirik petani. “Sebagian besar lahan di daerah Ngawi timur memang memilih tembakau sebagai tanaman di musim kemarau karena kebutuhan airnya terhitung kecil,” ungkap Marsudi, Kepala Dinas Pertanian Ngawi.

Pemerintah  pun dalam memberdayakan petani tembakau sudah melakukan beberapa upaya. Diantaranya dengan pemberian bantuan bibit tembakau, pupuk, alat pengolah tanah (cultivator) bahkan alat-alat pasca panen seperti timbangan, terpal dan genset. Bantuan ini diharapkan menjadi stimula bagi kelompok petani tembakau agar lebih bersemangat dalam melakukan usaha pertanian mereka. Sumber keuangan bantuan tersebut dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) dan memang diperuntukkan pada kelompok petani tembakau, bukan pada perorangan. “Keterbatasan dana membuat program seperti ini belum dapat menjangkau seluruh kelompok tani tembakau di Ngawi. Namun kami harap semua itu dapat menjadi stimulan bagi petani,” ujar Marsudi.

Salah satu manfaat yang dirasakan petani adalah bantuan alat pengolah tanah atau cultivator. Dengan alat yang canggih dan modern, pengolahan tanah untuk pertanian tembakau menjadi lebih cepat dan tidak memakan waktu. Cultivator juga membuat kegiatan mengolah tanah seperti dangir, hemat tenaga kerja. Menurut Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesai Kabupaten Ngawi, Sojo, tenaga dangir selama ini sudah sulit didapat dan petani harus pula mengeluarkan upah yang tidak sedikit. Dengan adanya alat cultivator hal itu dapat lebih dihemat. “Kami harapkan, bantuan-bantuan untuk memajukan pertanian tembakau di Ngawi bisa diberikan lebih besar agar kesejahteraan petani tembakau juga semakin meningkat,” ujar Sojo.

Alokasi bantuan untuk pertanian tembakau juga menjadi harapan bagi APTI Ngawi untuk diperbesar. Ini karena jumlah kelompok tani tembakau di Ngawi juga tidak sedikit dan diharapkan semuanya bisa terjangkau oleh bantuan pemerintah. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait