Saturday, 20 July 2019

Musim Hujan Mulai, Ngawi Rawan Bencana

post-top-smn

personel TNI bantu perbaiki rumah korban puting beliung

NGAWI, SMN – Memasuki musim penghujan di tahun ini, berbagai daerah di Ngawi mulai bersiap mengantisipasi datangnya bencana. Kabupaten yang diapit Bengawan Solo dan Bengawan Madiun ini memiliki beberapa lokasi yang rawan dengan banjir. Keberadaan beberapa wilayah di lereng gunung Lawu, juga menjadi rentan dengan bencana longsro termasuk puting beliung.

Hujan deras pertama di bulan Nopember ini, misalnya, mendatangkan bencana angin dan hhujan es di tiga desa di Kecamatan Paron. Bencana angin puting beliung pada 9 Nopember lalu itu menerjang Desa Jeblokan dan sebagian besar atap rumah warga rusak dan beterbangan. “Sebelumnya ada hujan deras, kemudian ada hujan es dan warga pun kebingungan sampai datangnya angin besar membuat warga panik. Kami hanya mampu meneriakkan azan dari dalam rumah karena melihat banyak rumah rusak,”ungkap Purwaningsih, salah satu warga Jeblokan yang turut jadi korban. Menurut Suyoto, Kepala Desa Jeblokan, kerusakan masih dalam pendataan namun beberapa akibat lain seperti pohon tumbang dan rusaknya atap rumah warga harus segera diatasi.

Bencana angin itu juga menerjang desa terdekat lain yakni Desa Gelung dan Jambangan. Di Gelung, atap rumah warga banyak yang rusak, terutama melayangnya atap. Akibat hal ini warga desa dibantu TNI dan Polri segera bergotong royong memperbaiki kerusakan yang dialami warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ngawi, Heru Eko Tjahjono mengingatkan warga untuk berhati-hati memasuki musim penghujan. BPPD sendiri juga bersiaga untuk ancaman banjir, tanah longsor dan angin puting beliung yang biasa terjadi saat memasuki musim penghujan. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait