Wednesday, 17 October 2018

Minimalisir Bencana Daerah, BPBD Kota Madiun Gelar Sosialisasi Sekolah Sungai

post-top-smn
Kepala BPBD Kota Madiun Suwarno Bersama LSM, Narasumber, dan Peserta Sosialisasi Sekolah Sungai di Gedung Kelurahan Rejomulyo

Kepala BPBD Kota Madiun Suwarno Bersama LSM, Narasumber, dan Peserta Sosialisasi Sekolah Sungai di Gedung Kelurahan Rejomulyo

Madiun, SMN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menggelar sosialisasi pengelolaan sungai (Sekolah Sungai) kepada Aparatur dan masyarakat di bantaran sungai yang ada di Kota Madiun, Rapat Asosiasi ini di adakan selama dua hari tanggal 2-3 Nopember 2016 di gedung kelurahan Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun.

Yang diundang dalam acara sosialisasi sekolah sungai ini untuk hari pertama para lurah dan perangkatnya se kota Madiun, sedangkan untuk hari kedua yang diundang para sekolah dan perwakilan guru SMA/SMK Negeri dan swasta sekota Madiun.

Suwarno selaku kepala BPBD Kota Madiun dan Ketua pelaksana kegiatan ini telah menyampaikan bahwa diadakannya kegiatan sosialisasi sekolah sungai ini, diharapkan mampu menurunkan indek resiko bencana. Yang merupakan salah satu program yang digalakkan oleh BNPB Pusat, sebagai upaya pengurangan resiko bencana.

Melihat kondisi sungai-sungai di kota Madiun banyak yang telah pemanfaatan, mulai dari tempat pembuangan sampah, pembuangan limbah sampai sungai pembuangan limbah rumah tangga yang dilakukan oleh masyarakat kota Madiun “jelas Suwarno”.

Dengan adanya program sosialisasi sekolah sungai ini, diharapkan, program kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat berkelanjutan kedepannya dan para relawan yang tergoolong dalam sekolah sungai ini dapat menggetok tularkan ilmunya kegenerasi berikutnya. Agar seminim mungkin bencana yang akan terjadi di Kota Madiun.

Dalam sebuah kehidupan bencana itu psti akan terjadi, karena kita merupakan fenomena alam, sebagai manusia, kita tidak mungkin bisa melawannya, kita hanya bisa melakukan pengurangan resiko bencana tersebut dan meminimalisir bencana tersebut terjadi tambahnya Budi Santoso Ketua LSM WKR Wisnu selaku Ketua Komonitas Penanggulangan Bencana.

Menurutnya para pemerhati lingkungan Sutris dan Budi Santoso perwakilan dari tokoh masyarakat pemerhati bencana dari LSM di Madiun, lingkungan yang kini nikmat bersih dan asri ini merupakan warisan para leluhur yang harus di jaga keletariannya, karena kalau lingkungan kita tercemar, maka kita yang akan kerja sendiri “jelasnya lebih lanjut”.

Oleh sebab itu perlu dilakukan sebagai awal mula melakukan perubahan, mislanya untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang ada, di Kota Madiun, harus menjaga kelestarian, dan kebersihan sungai dengan cara tidak membuang sampah atau limbah di sungai tersebut, yang bisa merusak ekosistem didalamnya. Karena sesungguhnya di dalam sungai ada ekosistem yang hidup didalamnya, ada ikan, dan sejenisnya yang layak hidup dan mendapatkan makanan sehingga dengan adanya masalah sungai ini, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menajga kebersihan dan keindahan sungai.

Mari kita hidupkan keindahan sungai yang selalu bersih, jernih dan salah satu penopang kehidupan masyarakat. (sy)

post-top-smn

Baca berita terkait