Friday, 19 October 2018

MENURUT HJ. TUTUK, CITA CITA JADI PETANI TIDAK ADA DALAM PIKIRAN ANAK ANAK

post-top-smn

 

  Hj. Tutuk saat minum susu bersama. Peserta lomba mewarna

LUMAJANG, SMN –  Pembukaan Hari Krida Pertanian, dilakukan oleh Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten  Lumajang, Hj. Tutuk As’at pada Sabtu (21/7)) di KWT.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Hj Tutuk As’at, yang didampingi oleh wakil dari murid murid TK, menyampaikan bahwa hari Krida pertanian tahun ini, dengan mengadakan lomba mewarnai dan gerakan minum susu kambing .
Dari 5 sample anak yang ditanyai tidak ada yang  bercita-cita menjadi seorang petani. Rata rata mereka ingin menjadi dokter.
Ini yang menjadi perhatian semua pihak, agar menghimbau anak-anak kita untuk menggeluti pertanian, karena menjadi petani bukanlah pekerjaan yang buruk, tapi sangat menjanjikan
“Selamat memperingati Hari Krida pertanian ke 46 tahun 2018, kepada Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Lumajang, dengan semangat hari kerja pertanian ini kita meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Lumajang,” kata Hj Tutuk.
Acara yang dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu dan Minggu (21-22/7) ini, juga ada lomba mewarnai anak-anak PAUD dan TK. Menurut Hj Tutuk, bahwa lomba ini bisa memberi peluang kepada anak-anak untuk berkreasi.
“Diharapkan sejak dini anak anak diajari untuk kreatif, agar dapat menumbuhkan jiwa imajinatif, karena hal ini sangat diperlukan sejak usia dini , apalagi hal-hal yang berhubungan dengan bidang pertanian,” paparnya.
Hj Tutuk sangat prihatin, karena dalam tanya jawab dengan 5 murid-murid TK, tidak ada satupun yang ingin menjadi seorang petani.
“Mungkin dengan adanya acara ini bisa menumbuhkan bakat anak-anak untuk mengembangkan bidang pertanian khususnya di Kabupaten Lumajang,” tambah nya
Dari pantauan awak media, acara ini juga dihadiri oleh Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan BKD Kabupaten Lumajang.
“Secara pribadi, saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan selamat kepada Kepala Dinas Pertanian beserta seluruh jajarannya dan semua pihak, atas  acara gerakan minum susu (Gemis) dan lomba mewarnai bagi anak-anak kita di tingkat Taman kanak-kanak,” ujarnya lagi.
Namun dari pantauan awak media, Ketua Panitia, Sujono tidak menyampaikan laporannya, berapa besar anggaran dan berasal dari mana anggaran untuk menggelar acara ini.
Disamping itu, acara ini juga terlihat sepi pengunjung, dari berbagai stand yang ada. Hanya pengantar dari anak-anak PAUD dan TK saja yang banyak. Mungkin hal ini karena kurangnya publikasi, baik dari media massa ataupun media lainnya.
“Acara sebesar ini kok tidak ada publikasinya?? ya disayangkan, banyak masyarakat yang tidak tahu kalau ada pasar murah,” kata salah satu pengunjung.

post-top-smn

Baca berita terkait