Tuesday, 25 June 2019

Menteri Susi Didemo Ribuan Nelayan

post-top-smn

DEMO NELAYAN JAKARTA

Jakarta – Pemberlakuan pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No 1/2015 tentang Larangan Penangkapan Lobster (panulirus), Kepiting (scylla) dan Rajungan (portunus pelagicus) dalam kondisi bertelur serta Kepmen KP No.2/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (trawls) dan Pukat Tarik (seine nets), ternyata terus menuai kekecewaan bagi para nelayan.

Alhasil, ribuan nelayan dari seluruh Indonesia melakukan unjuk rasa di berbagai daerah dan di depan kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, menyebabkan kemacetan, Kamis (26/2/2015).

Akibatnya, akses menuju Jalan Medan Merdeka Timur saat ini ditutup. Kemacetan arus lalu lintas terjadi di arus Jalan Ridwan Rais menuju Jalan Medan Merdeka Timur. Kendaraan yang ingin masuk ke Jalan Medan Merdeka Timur pun dialihkan ke Jalan Medan Merdeka Selatan. Akibat antrean kendaraan ini, arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih pun ikut macet.

Sebelumnya, massa gabungan dari nelayan Front Nelayan Bersatu dan juga buruh mendatangi kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jalan Medan Merdeka Selatan. “Susi yang menteri Jokowi ini selama ini membuat peraturan tidak pro-terhadap nelayan. Artinya, Jokowi dan Susi adalah pembohong besar, penipu,” ujar orator dalam orasinya.

DEMO NELAYAN JAKARTA 2

Massa membawa berbagai macam spanduk bertuliskan, “Nelayan Bukan Perusak Lingkungan”. Mereka menuntut Menteri Susi Pudjiastuti mencabut Peraturan Menteri No 2 Tahun 2015.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 itu tentang Larangan Penggunaan Pukat Hela dan Tarik di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Akan tetapi, Menteri Susi tidak mencantumkan alat tangkap ikan apa yang dapat digunakan para nelayan akibat adanya peraturan itu. Mereka menganggap Susi hanya melarang tanpa memberikan solusi.

Ribuan nelayan yang melakukan demonstrasi dari berbagai daerah tersebut, ternyata sudah sampai sejak malam diketahui sesampainya di Jakarta. Mereka menginap di Masjid Istiqlal.

“Kalau saya sampai jam dua malam di Istiqlal. Ada yang sampai jam sembilan malam, ada yang jam 12, ada juga yang tadi pagi baru sampai langsung demo,” ujar salah satu nelayan yang berasal dari Batang di Jakarta, Kamis (26/2/2015).

Sekadar informasi, ribuan nelayan tersebut menuju Jakarta menggunakan bus. Adapun jumlahnya, robongan dari Rembang menggunakan 25 bus, dari Pati 30 bus, Batang 50 bus, Tegal 40 bus, Pekalongan 30 bus, Brebes 50 bus, Indramayu 15 bus, dan Banten 10 bus.

Nelayan tersebut mengatakan, rencananya para demonstran akan terus melakukan aksi hingga sore nanti. Mereka juga mengancam jika tuntutannya tidak dipenuhi, maka mereka akan kembali lagi dengan kekuatan masa yang lebih besar.

“Ini kan tungguin keputusan bu Susi, kalau baik langsung pulang. Kalau tidak, mau demo lagi, belom tahu juga kapannya,” imbuhnya. (kan)

post-top-smn

Baca berita terkait