Tuesday, 19 June 2018

Menghargai Keberagaman Melalui Temu Sastra dan Parade Puisi

post-top-smn
Bupati Ngawi Budi "Kanang" Sulistyono bersama Sekkab Ngawi Mokh Sodiq Triwidianto dan Kadin Pariwisata, Kebudayaan dan Olahraga, Yulianto, berfoto bersama beberapa penyair yang hadir dalam Parade Pembacaan Puisi 40 Penyair Jatim di Gedung Eko Kapti Ngawi.

Bupati Ngawi Budi “Kanang” Sulistyono bersama Sekkab Ngawi Mokh Sodiq Triwidianto dan Kadin Pariwisata, Kebudayaan dan Olahraga, Yulianto, berfoto bersama beberapa penyair yang hadir dalam Parade Pembacaan Puisi 40 Penyair Jatim di Gedung Eko Kapti Ngawi.

Ngawi, SMN – Memberikan makanan bagi rohani manusia bisa pula diwujudkan dengan seni dan sastra. Hal ini pula yang dicoba dilakukan Lingkar Sastra Tanah Kapur (Lista) Ngawi dengan menggelar acara bertajuk Membangun Sastra Sebagai Rumah Kebhinekaan. “Tujuan utamanya tentu untuk menyatukan mindset bahwa bangsa kita memang majemuk, namun tetap harus bersatu padu dan saling menghargai keberagaman,” ungkap Tjahjono Widarmanto, penggagas acara sekaligus koordinator Lista.

Acara yang dilakukan 13 September 2017 lalu itu mendapat animo besar dari warga Ngawi, utamanya mereka yang menyukai seni sastra dan puisi. Didahului dengan workshop Sastra yang dipandu Prof. Tengsoe Tjahjono dan Prof. Sutejo, S.Sc, di dalamnya memuat berbagai hal bernas untuk menunjukkan kekuatan sastra berperan dalam memberikan pengahrgaan atas keberagaman yang ada di bumi pertiwi ini.

Kegiatan berikutnya dilakukan pada Rabu malam dengan Parade Pembacaan Puisi oleh 40 penyair Jawa Timur Diantara mereka yang hadir tampak Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, Amieng Amienudhin, Pasangan Bagus Puttuparto dan itrinya Endang Kalimasada, Puput Ndut, Tjahjono Widijanto saudara kembar dari pengagas acara ini, Timur Budi Raja, Alek Subairi, Dadang Ari Murtono dan lain sebagainya. Bupati Ngawi, Ir H Budi Sulistyono atau akrab disapa Kanang tampak betah duduk lesehan di Gedung Eko Kapti menyaksikan pembacaan puisi maupun musikalisasi puisi yang dilakukan para seniman sastra ini. “Pada dasarnnya, sastra apalagi puisi memiliki nafasnya sendiri dan juga tempat tersendiri sehingga mampu menggugah kesadaran bagi yang menikmatinya,” ungkap Kanang.

Animo masyarakat pun tertumpah untuk acara seni puisi dan sastra yang berlangsung gayeng, santai namun penuh sajian memikat ini. Selain para seniman yang sudah berpengalaman, acara-acara seni di Ngawi selama ini juga dikenal sukses memberikan tempat bagi sastrawan-sastrawan muda di Ngawi untuk tampil dan berprestasi. (ari)
post-top-smn

Baca berita terkait