Sunday, 18 November 2018

MENGAKU SEBAGAI BUSER POLDA JATIM, OKNUM WARTAWAN MELAKUKAN PENCULIKAN DAN PEMERASAN

post-top-smn

 

Kejadian penculikan tersebut dapat diungkap Satreskrim polres Lumajang, bersama Reskrim Polsek Klakah, kurang dari 24 jam.

 

LUMAJANG, SMN – Lumajang dihebohkan oleh aksi tindak pidana penculikan dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan pada minggu (24/6). Kembali nama baik wartawan tercoreng, karena oknum  yang sudah merusak nama baik dari profesinya.

Kejadian penculikan tersebut dapat diungkap Satreskrim polres Lumajang, bersama Reskrim Polsek Klakah,  kurang dari 24 jam.

“Kasus penculikan dan atau percobaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan yang mengaku sebagai anggota Buser Polda Jatim, dapat kami gagalkan kurang dari 24 jam,” jelas Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH MHum kepada sejumlah media.

Menurut AKP Hasran, kasus tersebut dilakukan oleh 5 (lima) orang pelaku, dan tiga diantaranya  sudah ditangkap di SPBU Sukodono Lumajang, pada Senin (25/6) sekitar pukul 14.00 wib.

“2 (dua) pelaku masih dalam pengejaran, karena pada saat penangkapan, keduanya sudah tidak bersama ketiga pelaku, ada indikasi mereka berdua turun ditempat lain sebelum ditangkap. Kami terus melakukan pengejaran. Dan korban yang bernama Muhammad Imam Hanafi (38), warga Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, sudah diamankan saat itu juga,” imbuhnya.

Kejadian ini dilakukan pelaku pada Minggu (24/6) sekitar pukul 21.00 wib, di Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dan perkara dilaporkan pelapor atau istri korban ke Polsek Klakah sekitar pukul 23.00 wib, berdasarkan surat laporan Nomor : LP/26/VI/2018/JATIM/RES LMJ/SEK KLK, tanggal 25 Juni 2018.

“Kejadian ini dilaporkan oleh Suliyah, (35), seorang perempuan istri dari korban, warga Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, beragama Islam, yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga,” ungkap Kasat Reskrim.

Modus operandi yang dilakukan para pelaku ini berawal mereka datang kerumah korban dengan bersenjata yang mengaku dari Buser Polda Jatim.

“Pelaku ini melakukan penodongan dengan senjata, diikuti pemukulan dan membawa korban dengan menggunakan sebuah mobil merk Datsun warna Gray Nopol DK-856-EK,” ujarnya lagi.

Masih menurut AKP Hasran, setelah membawa korban, pelaku menelpon pelapor dengan menggunakan HP korban dan  meminta uang tebusan sebesar Rp 300 juta, bila menghendaki suaminya (korban) selamat.

Diterangkan AKP Hasran, Para pelaku yang sudah tertangkap itu, antara lain  atas nama Rudi H Hartono al Rudi (45), profesi wartawan Jejak Kasus, warga Dusun Legong, Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

“Yang kedua, atas nama Nanang Khosim (35), warga Dusun Karangber Rt.02/Rw.-, Desa Guwosari Kecamatan, Pajangan Kabupaten Bantul, Propinsi Yogyakarta. Dan yang ketiga adalah Zainul Arifin (34), warga Dusun Legong Rt.08/Rw.2 Desa  Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten  Lumajang,” bebernya.

Dan kedua pelaku yang masih buron, kata mantan Kasat Narkoba Polres Jombang ini,  atas nama Pi’i (22), warga Dusun Krajan, Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Kabupatem Lumajang dan atas nama Febri (22), warga Dusun Legong Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

“Adapun barang bukti (BB) yang berhasil diamankan antara lain 1 pucuk senjata soft Gun berikut 6 butir amunisinya, 1 lembar kaos hitam bertuliskan POLICE, 1 lembar rompi loreng TNI dengan logo JEJAK KASUS, 1 buah kain slayer warna hitam batik, 12 lembar ID Card PERS Jejak Kasus atas nama Rudi H Hartono dan 1 unit R4 merk Datsun warna Gray Nopol DK-856-EK,” pungkasnya.

Polres Lumajang akan terus mengembangkan, mencari dan menemukan dua pelaku yang belum tertangkap. Dan untuk kepentingan penyidikan para tersangka dilakukan penahanan, dan perkembangan selanjutnya akan terus dilaporkan pihak polres. (Atk)

 

post-top-smn

Baca berita terkait