Wednesday, 20 March 2019

Mendikbud Bantu SMPN I Kwadungan

post-top-smn

Mendikbud Muhajir Effendi didampingi Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat di SMPN I Kwadungan, Selasa (12/3)

Ngawi, suaramedianasional.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi, menjanjikan berbagai bantuan untuk sekolah-sekolah yang terdampak banjir mulai jenjang TK, PAUD, SD, SMP dan SMA, termasuk yang ada di Ngawi. Hal ini disampaikan Mendikbud Selasa (12/3), saat datang ke SMPN I Kwadungan, salah satu sekolah terdampak banjir terparah di Ngawi.

Khusus di SMPN I Kwadungan, Muhajir bahkan langsung akan mengganti perangkat gamelan yang sebagian rusak karena banjir. “Saya mendukung pendidikan kearifan lokal dan budaya yang dikembangkan di Ngawi. Jadi ini nanti gamelan akan dilengkapi kembali,” ujar Muhajir.

Mendikbud memaparkan bahwa dirinya mengunjungi lebih dahulu Kabupaten Madiun sebagai daerah yang terdampak banjir paling parah di Jawa Timur. Muhajir juga meminta agar Bupati Ngawi tidak mengangkat lagi tenaga guru pengganti atau acap disebut sebagai tenaga pengajar honorer. “Fokuskan saja untuk bisa mengangkat yang ada, agar tidak bertambah terus. Minimal masukkan PPPK,” katanya.

Muhajir juga memberikan pengertian bahwa PPPK memiliki hak yang sama dengan tenaga ASN berstatus PNS, hanya perbedaannya pada dana pensiun.

Dia menuturkan. pembangunan sarana pra sarana sekolah tetap akan dilaksanakan, baik dengan dana APBD maupun APBN. Pada Kemendikbu pusat sendiri, dana pendidikan berkurang tahun ini seitar Rp 5 triliun, tetapi sekolah yang butuh percepatan tetap akan diprioritaskan. “Jadi termasuk sekolah yang terdampak bencana seperti di SMPN Kwadungan ini, nanti sebaiknya diambilkan dari dana APBN pusat saja, agar tidak mengganggu alokasi yang sudah direncanakan sebelumnya di Ngawi,” ujarnya.

Tanggung jawab pemerintah saat ini lebih berat dengan menjadikan sekolah di desa dan pinggiran harus setara dari segi pra sarana dan mutu prestasi anak didik. Mendikbud juga mengingatkan agar masyarakat menerima sistem zona yang diberlakukan pemerintah saat ini. Kehebatan sekolah harus dimunculkan melalui kehebatan anak didik. “Jadi bukan sekolahnya yang favorit tapi sistem pendidikannya, nanti dari tiap sekolah akan muncul anak didik yang hebat, tidak melulu berpusat di sekolah tertentu,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengaku sudah melakukan penanganan bencana dan sekolah yang terdampak banjir sudah terdata. “Ada beberapa yang perlu ditangani lebih lanjut namun saat ini kegiatan belajar mengajar sudah bisa berlangsung,” kata Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi ini.

Kanang juga sempat menyampaikan rencana membangun Benteng Van den Bosch yang sudah disetujui presiden namun beberapa hal menyangkut kepurbakalaan sehingga butuh penanganan dari kemendikbud. “Kami mohon bantuan dan dukungannya untuk mewujudkan pembangunan Benteng Van den Bosch ini terutama yang bersangkutan dengan kepurbakalaannya,” ungkapnya.

Kunjungan Mendikbud ini juga sekaligus memberikan bantuan secara simbolis ke SMPN I Kwadungan yang diterima oleh kepala sekolah dan guru setempat dengan riang. Mendikbud Muhajir Effendi juga menyampaikan pesan agar UNBK di sekolah-sekolah terdampak banjir tetap lancar dan siswa meraih prestasi membanggakan. (ari)   

post-top-smn

Baca berita terkait