Tuesday, 23 July 2019

Matikan Lampu Secara Serentak, WWF Indonesia Gelar Earth Hour Pada 25 Maret

post-top-smn

earth hour 2017 Surabaya, SMN – Earth Hour kembali akan dirayakan secara global pada, Sabtu (25/03) mendatang. Gerakan Earth Hour 2017 memasuki tahun ke-10 perayaannya di dunia dan tahun ke-9 di Indonesia. Tahun ini kegiatan ini mengusung tema “Shine A Light on Climate Action – from Moment to Movement”, semua pihak diajak untuk menyalakan aksi nyata mengubah gaya hidup mengurangi jejak ekologis demi kelestarian bumi.

Campaign & Mobilization Manager WWF-Indonesia, Dewi Satriani, Senin (20/3) mengatakan, pada kegiatan ini penekanannya diaction, karena setelah 10 tahun Earth Hour yang tadinya cuma moment selama satu jam, menjadi movement (gerakan). “Sekarang ini yang kita dorong adalah publik (individu, kelompok, korporasi) bisa melakukan apa saja untuk menyelamatkan bumi ini,” jelasnya.

Gerakan Earth Hour pertama kali diinisiasi oleh WWF yang mengajak banyak pihak untuk terlibat. Kemudian berbagai pihak tersebut mandiri dan melakukannya sendiri karena memang Earth Hour itu milik siapa saja. Tahun ini, Earth Hour melibatkan 178 negara, 7.000 kota, dan lebih dari 1 miliar orang di dunia.

“Kami ingin mengajak lebih banyak pihak lagi untuk mematikan lampu pada, Sabtu (25/3) pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat sebagai simbol kepedulian kita pada lingkungan dan perubahan iklim. Mengajak seluruh masyarakat termasuk pihak bisnis dan pihak pemerintah untuk melakukan hal yang sama pada tanggal tersebut. Ada banyak cara untuk mendukung gerakan Earth Hour, diantaranya dengan menyebarkan pesan #SejutaAksi melalui kanal media sosial masing-masing,” ujar Benja Mambai, PLT CEO WWF-Indonesia.

Gerakan #SejutaAksi merupakan sebuah movement yang dipilih oleh Komunitas Earth Hour Indonesia untuk merayakan Earth Hour tahun ini. Gerakan #SejutaAksi mengajak satu juta individu (atau kelompok) untuk membuat dan mendonasikan kaus bekas untuk dijadikan tas belanja (reusable shopping bag) dalam upaya mengurangi penggunaan kantong plastik.

Aksi ini akan berlangsung selama satu tahun hingga Maret 2018 mendatang. Tas belanja tersebut nantinya akan didonasikan ke supermarket dan pasar tradisional untuk menggantikan penggunaan kantong plastik. (jal/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait