Sunday, 18 November 2018

MASALAH PEMERINTAHAN ITU NO 1, PILKADA NO 2, PAHAM YA…….TANPA DISADARI KAMPANYE DI HARI TENANG

post-top-smn

l

LUMAJANG, SMN– Secara halus dan tanpa disadari, diam-diam Bupati Lumajang, Drs As’at MAg melakukan kampanye dihari pertama masuk kantor dan masa tenang pilkada 2018, Bupati As’at betul-betul memanfaatkan moment halal bihalal jilid 2 untuk mengumpulkan para ASN (Aparatur Negeri Sipil), kepala desa dan stafnya, serta kader TP PKK, di Alun-Alun Pemkab Lumajang, pada Senin (25/6) pagi tadi.

Pengumpulan massa khususnya ASN dikemas dalam bentuk Apel Pagi dan Hal bi Halal (meskipun sebelumnya halal bi halal digelar oleh Wabup Lumajang, dr Buntaran Supriyanto MKes (saat itu masih Plt Bupati), karena sudah menjadi agenda tahunan.

Dalam sambutannya, Bupati As’at menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri dan permohonan maaf kepada ASN yang hadir.

“Secara pribadi maupun kedinasan saya mohon maaf jika selama ini saya bergaul dengan kawan-kawan mungkin banyak mengganggu dan menyakiti hati. Mungkin selama ini ada yang tersakiti, kurang memuaskan. Itulah kemampuan saya,” ujarnya.

Bupati As’at kemudian menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada para ASN yang hadir, termasuk para kepala desa beserta stafnya yang ikut berbaris.

“Hallo Pak Kades? Kalau tidak disebut biasanya berteriak-teriak. Insya Allah suaranya bagus ya,” ujarnya mulai menyerempet soal perolehan suara, lalu tertawa.

Disampaikan Bupati As’at, bahwa pemerintahan ini harus dijalankan sesuai dengan aturan dan tidak ada yang saling mencaci-maki. Apalagi Lumajang sudah melangkah menjadi pemerintahan yang baik.

“Saya ini orang bodoh. Kalau ada yang salah sampaikan langsung, jangan dicaci-maki di luar, jangan ada dusta di antara kita. Setuju? Jangan ada dusta di antara kita…,” tandasnya dengan nada tinggi tanpa menjelaskan apa makna kalimat “jangan ada dusta di antara kita”.

Selama 2 bulan kedepan, dirinya ingin mengembalikan suasana kekeluargaan dan kantor yang bagus. Sementara terkait pilkada Lumajang 2018 dia menyampaikan itu masalah kecil. Menurutnya, yang utama adalah bagaimana pemerintahan yang baik ini dijalankan secara bersama-sama.

“Sekali lagi, masalah pemerintahan itu paling penting. Masalah pemerintahan itu nomer 1. Kalau masalah pilkada itu nomer 2. Paham, ya?,” ujarnya kembali menyinggung soal pilkada, lalu mengingatkan dan meminta tolong agar ASN ikut menciptakan suasana damai, aman, dan tentram.

Bupati As’at menambahkan, manusia itu bisanya ikhtiar dhohir, sementara penentu akhir tetap di tangan Allah SWT. Oleh karena itu masyarakat diminta tidak terpecah belah, tidak membesar-besarkan perbedaan. Menurutnya, beda pilihan itu biasa, tidak perlu dipikirkan, dan yang terpenting kerja nyata, kerja bagus.

“Kerja bagus itu nomer 1, pilkada nomer 2“, selorohnya lagi-lagi menyentil soal pilkada. Sebelum mengakhiri sambutannya, pria yang tinggal 2 bulan menjabat sebagai Bupati Lumajang ini kembali menyapa para kepala desa yang hadir.

“Staf manaa….? Kepala Desa manaa…? Maksudnya kepala desa dan stafnya,” ucapnya lalu tertawa.

Dalam acara tersebut tidak nampak orang orang Bawaslu, jika mereka ada, apa yang akan diperbuat, karena jelas jelas Bupati As’at menggunakan acara yang begitu spektakuler sebagai ajang kampanye.

Dan yang menjadi pertanyaan banyak pihak, darimana anggaran untuk acara halal bihalal jilid 2 tersebut, karena dihari pertama PNS masuk kerja sudah dilaksanakan acara halal bihalal yang memang rutin dilaksanakan tiap tahun. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait