Saturday, 20 January 2018

Marak Isu Penculikan Anak, Koordinator LSM AWPM Angkat Bicara

post-top-smn
Imam Syafi'i, saat  diwawancarai Wartawan Suara Media Nasional

Imam Syafi’i, saat diwawancarai Wartawan Suara Media Nasional

Pamekasan, SMN – Imam Syafi’i, S.Pd. Koordinator LSM Aliansi Warga Pantura Madura AWPM, angkat bicara terkait maraknya kasus penculikan anak. Imam, sapaan akrapnya saat ditemui awak Media Suara Media Nasional di kantor Pusat LSM AWPM Jln. Raya Seccang Dempo Barat Pasean Pamekasan, jumat pagi, 24/03/2017 memaparkan: Masyarakat tidak perlu takut atas pemberitaan penculikan anak, yang informasinya satu anak dihargai 5 Milyar Rupiah. Ini berita Hoax, alias palsu. Buktinya masyarakat pada saat melakukan penangkapan seseorang yang diduga penculik atau begal nyatanya bukan penculik atau begal, melainkan orang gila alias lupa ingatan, terkadang juga orang stress, setengah sadar. “Saran saya mas, masyarakat tetap fokus pada aktivitas sehari-harinya akan tetapi tetap waspada” kata mas Imam pada Wartawan SMN. Karena hal semacam ini sejak dulu sudah ada, tapi tidak semarak seperti sekarang.

Seperti dilansir pada pemberitaan terkait informasi penculikan anak, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, SH. SIK beberapa pekan kemarin, memaparkan, pihaknya akan menjerat UU ITE bagi siapa saja yang sengaja menyebar luaskan foto penculikan anak, yang bertujuan tidak lain untuk memperkeruh situasi tanpa bisa mempertanggung jawabkan informasi. Hal itu bisa dijerat dengan Undang-undang ITE karena tidak bisa dipertanggung jawabkan. Kapolres Pamekasan meminta masyarakat agar menyeleksinya terlebih dahulu sebelum kemudian menyebar luaskan informasi yang sumbernya tidak jelas, pada setiap pemberitaan yang beredar.

Dalam beberapa pekan ini, warga Madura, khususnya Pamekasan kerap menerima berita penculikan anak. Dampaknya banyak anak anak-anak merasa ketakutan saat pergi ke sekolah, mereka selalu diantar oleh orang tuanya. Tidak hanya itu saja, setiap ada pengendara motor, atau mobil yang tidak dikenalinya pada saat anak tersebut berjalan sendirian, ia langsung lari, takut diculik.

Kemudian, Imam melanjutkan menyampaikan himbauan pada masyarakat, apabila diantara kita sedang bepergian, yang kemudian ada anak-anak yang berjalan sendirian pulang dari sekolah, maka kita jangan langsung membawanya untuk diantarkan pulang, meskipun kita merasa kasihan. khawatir kita disangka penculik atau begal oleh warga, yang kemudian kita menjadi korban amuk massa. Seperti terjadi di Situbondo Jawa Timur, seorang GTT (Guru Tidak Tetap) nyonyor dihajar massa. Awalnya seorang GTT tersebut mencari alamat bertanya kepada anak, tiba-tiba ada beberapa pemuda memvrofokasi warga kalau dirinya sebagai penculik anak, padahal tidak. Masyarakat harus seleksi dan tidak main hakim setiap ada kejadian apapun. (Hen/Rosidy)

post-top-smn

Baca berita terkait