Monday, 17 December 2018

Lumajang Wujudkan Satu Desa Satu Ambulans

post-top-smn
Ambulan desa saat di cek kelengkapannya oleh Bupati, Wabup dan Kadinkes

Ambulan desa saat di cek kelengkapannya oleh Bupati, Wabup dan Kadinkes

Lumajang, SMN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang segera mewujudkan kembali apa yang telah di cita-citakan sebelumnya, yaitu pada setiap desa memiliki satu ambulans. Dan target ini menurut Bupati Lumajang, akan segera terpenuhi.

Ini terbukti pada Kamis (22/6)yang lalu, Pemkab Lumajang telah menyerahkan lagi 21 Ambulans Desa. Dengan demikian dari data yang diperoleh awak media, ada total 169 Ambulans telah diberikan oleh Pemkab Lumajang dengan rincian 165 Ambulans untuk desa dan 4 Ambulans untuk pondok pesantren.

Ambulans Desa ini diserahkan langsung oleh Bupati Lumajang, Drs. As’at, M. Ag kepada 21 Kepala Desa di Pendopo Pemkab Lumajang, waktu itu.

Dan setelah memberikan ambulans tersebut, Bupati Lumajang didampingi Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Triworo Setyowati berkesempatan mengecek kelengkapan peralatan dan sarana pendukung lainnya.

“Ambulans desa ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan kesehatan dalam sistem rujukan dari desa ke unit rujukan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit,” kata Bupati As’at kepada media. Dengan adanya ambulans desa, kata As’at, masyarakat dipermudah untuk mendapatkan perawatan dan pertolongan segera ke tempat pelayanan kesehatan terdekat sehingga dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Pemkab Lumajang memberikan bantuan ambulans desa ini dengan sistem pinjam pakai. Artinya kepemilikan ambulans tetap dimiliki oleh pemda hanya penggunaan dan pemeliharaan di bawah tanggung jawab pemerintah desa. Untuk biaya operasional ambulans, Pemkab menginstruksikan pemerintah desa mengalokasikannya dari Alokasi Dana Desa (ADD),” jelas Bupati As’at lagi.

Secara operasional, pemanfaatan ambulans desa ini digunakan untuk pelayanan rujukan ibu hamil, ibu bersalin, pasien dan kegawatdaruratan.

“Tolong dimanfaatkan sesuai petunjuk, gunakan ambulans ini sebaik mungkin untuk melayani masyarakat, permudah masyarakat dalam penggunaannya,” tegas Bupati As’at.

Bupati juga menambahkan, bahwa ambulans tersebut juga bisa digunakan untuk Kejadian Luar Biasa (KLB) bidang kesehatan dan bencana, pelayanan promosi kesehatan, kegiatan posyandu, safari KB dan bakti sosial.

Dari pengamatan awak media, penyediaan ambulans desa di Lumajang memang cukup serius. Setiap ambulans dilengkapi peralatan kesehatan standar. Seperti tensi meter, stetoskop, tabung oksigen, regulator, sungkup untuk dewasa dan anak-anak, serta satu bran car. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait