Sunday, 22 July 2018

Longsor di Garut, Kereta dari Bandung Arah Timur Dialihkan ke Jalur Utara

post-top-smn

Alat berat diturunkan untuk membersihkan material longsoran yang menimbun rel kereta, Kamis (23/11/2017) diperkirakan pembersihan longsoran akan memerlukan waktu hingga sore ini

GARUT, SMN – Lalu lintas kereta api yang berangkat dari Stasiun Bandung menuju arah timur ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kamis (23/11/2017), semuanya mulai dialihkan melalui jalur lintas utara melalui Cikampek-Cirebon-Purwokerto-Kroya.

Pengalihan ini diperkirakan akan berlangsung hingga proses pembersihan rel dari longsoran selesai.

“Semua kereta jurusan ke timur seperti Jogja, Malang, Surabaya, Solo (memutar). Yang tidak memutar hanya kereta yang ke Jakarta,” jelas juru bicara PT KAI Kepala Daerah Operasi (Kadaops) 2 Bandung, Joni Martinus, Kamis (23/11/2017) pagi.

Joni memastikan, operasi PT KAI tetap berjalan dengan menggunakan pola jalur memutar lewat jalur utara. Diperkirakan, pembersihan material longsoran akan memakan waktu hingga sore ini.

“Diperkirakan hingga nanti sore selesai, saat ini tersisa tiga titik longsoran,” katanya.

Menurut Joni, ada 8 titik longsoran yang menutup jalur KA antara Stasiun Cipeundeuy-Bumiwaluya. Daops 2 Bandung pun telah mengirimkan personel dan alat-alat berat ke lokasi longsoran untuk pembersihan material longsoran.

Secara terpisah, juru bicara PT KAI Daop 5, Irfan Hendriwintoko menyebutkan, beberapa kereta api yang mengalami gangguan perjalanan akibat longsoran di Malangbong, Garut, di antaranya adalah KA Malabar jurusan Bandung-Malang, Mutiara Selatan tujuan Bandung-Surabaya, Kahuripan tujuan Kiaracondong-Kediri, Lodaya tujuan Bandung-Solo, Turangga tujuan Bandung-Surabaya, Serayu tujuan Pasar Senen-kiaracondong-Purwokerto. Semua kereta tersebut harus memutar ke jalur utara.

Irfan menyampaikan, Daop 5 pun selain mengubah pola operasi, juga melakukan recovery service dengan Pengalihan penumpang menggunakan bus karena keterlambatan lebih dari 3 jam.

Selain itu, PT KAI pun melayani pengembalian tiket 100 persen bagi penumpang yang tidak berkenan melanjutkan perjalanan.

Dari wilayah Daop 5, menurut Irfan, jumlah penumpang yang dialihkan menggunakan bus ke arah Maos, Sidareja, Banjar hingga Tasikmalaya mencapai ratusan orang. Mereka antara lain 16 orang penumpang KA Turangga, 76 orang penumpang Malabar, 314 orang penumpang Serayu, 100 orang penumpang Kahuripan, 64 orang penumpang Lodaya dan 45 orang kereta Mutiara Selatan.

Atas nama PT KAI, Irfan memohon maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan ini.

post-top-smn

Baca berita terkait