Sunday, 21 October 2018

Lock Grant DBH CHT Bertambah Rp 600 Juta

post-top-smn
Aries Dewanto, Kabag Perekonomian Setda Ngawi menerangkan aliran DBH-CHT termasuk yang terkucur ke Ngawi

Aries Dewanto, Kabag Perekonomian Setda Ngawi menerangkan aliran DBH-CHT termasuk yang terkucur ke Ngawi

Ngawi, SMN – Kabupaten Ngawi mendapat angin segar dengan tambahan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) tahun 2016. Dana DBH-CHT di Ngawi bertambah sekitar Rp 600 juta dari estimasi yang sudah dirancang pemkab sebelumnya. Hal ini mengacu peraturan gubernur No 46/2016 tanggal 8 September 2016, tentang perubahan Pergub No 75 mengenai perkiraan alokasi DBH-CHT. “Tambahan DBH-CHT ini kita putuskan untuk alokasi block grant saja, toh penempatan penggunaan DBH CHT untuk block grant di Ngawi juga masih kecil,” kata Aries Dewanto, Kabag Perekonomian Pemkab Ngawi.

Penggunaan DBH CHT untuk block grant berarti menempatkan dana ini untuk digunakan pada program-program yang menjadi titik berat pemerintah daerah. Hal ini telah diatur permenkeu 28/PMK/.07/2016. Selama ini, penggunaan DBH-CHT untuk block grant ditentukan bisa sampai 50 persen namun Ngawi masih sekitar 20 persen saja.

Adanya tambahan dana itu juga mengubah posisi DBH-CHT yang semula diprediksi Rp 17.336.731.000,- menjadi Rp 17.958.608.000,-. Sementara untuk alokasi block grant dari sebelumnya direncanakan Rp 7.349.845.000,- kini bertambah menjadi Rp 7.971.721.494.

“Namun karena organisasi perangkat daerah yang baru juga masih disusun, alokasi penggunaannya secara detail masih belum bisa diputuskan saat ini,” ujar Aries Dewanto.

Kabupaten Ngawi setiap tahun memiliki DBH-CHT yang terus naik nilainya. Penggunaan DBH-CHT pun setiap tahun harus mengacu peraturan gubernur serta dana baru ditransfer setelah perencanaan APBD secara keseluruhan usai dibuat. “Seperti soal pengumuman estimasi tambahan DBH-CHT ini, datang bulan September, setelah KUA dan PPA direncanakan, dananya sendiri biasanya diransfer setelah bulan Maret di tahun 2017,” ujar Aries Dewanto.

DBH-CHT yang sudah turun di Ngawi selama ini digunakan untuk bantuan langsung kelompok tani, pelatihan-pelatihan, pembangunan fisik maupun sosialisasi dan pengawasan pada pelanggaran aturan mengenai cukai tembakau dan rokok. (adv/ari)

post-top-smn

Baca berita terkait