Tuesday, 19 June 2018

Learning And Sharing, Diskusi Tentang Pemberdayaan Masyarakat Desa

post-top-smn

Lumajang, SMN – Dr. Buntaran Suprianto, M.Kes.,  plt Bupati Lumajang, membuka Diskusi “Learning and Sharing” dengan tema Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan Dinas terkait, guna membahas hasil Program Konsorium Pemberdayaan Kelompok Marginal Desa.

Diskusi ini diikuti masyarakat desa binaan Lakpesdam NU di Kabupaten Lumajang.di Auditorium PC. NU Kab. Lumajang, Selasa (13/3).

Dr Buntaran menyambut baik adanya kegiatan tersebut, menurutnya program pemberdayaan masyarakat semacam itu membantu meningkatkan kualitas SDM masyarakat desa dan tepat sasaran. “Ini suatu langkah yang yang sangat bagus, dengan orang- orang desa yang menjadi pelaku langsungnya”, ungkapnya.

Buntaran menambahkan keterlibatan masyarakat di dalam rencana pembangunan desa dapat melahirkan program desa yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, anggaran desa yang saat ini sudah mencapai angka milyaran harus tepat sasaran dan digunakan sesuai kebutuhan masyarakat, “Ya harus ditata kembali, desa sekarang memiliki anggaran yang sangat besar. Itu harus ditata dan digunakan sesuai dengan kebutuhan desa”, ungkapnya.

Dr Buntaran juga mengapresiasi keberhasilan program tersebut di Desa Krai dan Desa Pasirian, Ia berharap PC NU Lumajang melalui Lapkesdam juga memaksimalkan program serupa di desa lain dengan menggunakan kedua desa tersebut sebagai percontohan untuk desa lain, “Saya sangat mengapresiasi sekali program lapkesdam, saya rasa itu hal yang luar biasa”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ditandatangai Deklarasi Gerak Desa, antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan Pengurus PC NU Lumajang. Deklarasi tersebut berisi tentang dukungan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

Sementara itu, Koordinator Program Konsorium Pemberdayaan Kelompok Marginal Desa, Ikhwanul Muttaqin, M.Pdi., saat dimintai keterangan mengatakan, Desa Krai dan Desa Pasirian dianggap sebagai desa yang sudah memenuhi indikator capaian yang  responsif dan masyarakat aktif.

Hal ini terlihat pada partisipasi masyarakat di dua desa tersebut yang antusias berpartisipasi dalam penyusunan rencana program desa serta pemerintah desa yang memberikan tindak lanjut secara cepat atas program yang diusulkan masyarakat.

Program yang diselenggarakan oleh Lapkesdam NU Lumajang, bertujuan menciptakan paradigma dan keikutsertaan masyarakat dalam percepatan pembangunan di desa, sesuai yang diharapkan pemerintah. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait